Tuesday, 31 December 2013
Tahun baru
oleh : M Kamil
Tahun Baru
bukan untuk menyabutnya kita bersenang-senang,
tapi hendaknya kita intropeksi diri,
bagaiaman dengan masa yang telah kita lalui.
kita teliti apakah kita telah baik atau buruk,
apakah kita sudah berbuat baik pada diri kita sendiri,
selanjutnya kita mulai berusaha untuk menjadi lebih baik dari sekarang.
Mawar
di tulis oleh
Mawar
kini kau masih dalam kuncup,
kutunggu lama kau akan berkembang,
lama aku menunggu,
kapan kau akan mengemabng,
kutunggu hingga kau menjadi mekar.
kan kurawat dan kujaga,
hingga kau tumbuh menjadi subur dan mekar berkembang.
Pengakuan korban Yang Pernah Tinggal Di Yayasan Al Iklas
Berikut Pengakuan Pihak korban yang pernah tinggal di yayasan Al Iklas;
Abubakar, Umar, dan Ny kalsum;
Menurut keterangan Umar Saudara Abubakar,”Awalnya karena dirasakan Abubakar menderita penyakit, sehingga di titipkanlah ia di yayasan Al Iklas, setelah ia di titipkan di yayasan tersebut selama hampir satu bulan merasakan suatu kecurigaan, ketika di datangi ke lokasi di Yayasan Al Iklas, ternyata mata kirinya Abubakar hilang.
Sehingga masalah ini kami laporkan ke pihak kepolisian, namun tidak ada tindak lanjutnya, ketika itu kami tanyakan tindak lanjutnya, menurut pihak kepolisian tidak ada korban lainya. Karena ada korban lainya juga itu saya baca di koran harian.(laporan Terlampir)
Lalu saya minta bantuan pengacara yang bernama Akhmad Fizgerald , namun saya sudah habis uang Rp 12 juta oleh pengacara itu, tapi tidak ada penyelsaiannya juga, kami merasa di tipu oleh pengacara tersebut, hingga kini tidak ada tindak lanjutnya(laporan masalah pengacara terlampir).
Menurut Pengakuan Korban Abubakar, “tinggal di yayasan itu selama 40 hari, ketua Yayasan adalah Ali Nungcik bin Yakup, pedampingnya M Hamdan Bin M Saman, pengawal yang mengaku sebagai TNI AD Panimin Alias Pak Raden bin Paiman Ali, dilanjutnya.
Diakui oleh Abubakar, pada saat mata kirinya di ambi ia dalam keadaan sadar dan di lakukan oleh ketiga orang pengurus di Yayasan Al Iklas tersebut, yaitu Ali Nungcik, Hamdan dan Pak raden alias Panimin sebagai petugas keamanan dari TNI AD, pada saat ia melakukan tahu dan yang anehnya tidak terasa sakit sama sekali.
Pelaksanaan pengambilan organ tubuh itu kata Abubakar, di lakukan sekitar setelah subuh malam jumat, setelah kejadian itu kami laporkan kepolisi tapi tidak ada tindak lanjutnya, hingga dengan sekarang ini.(laporan terlampir)
Pelapor pihak korban,
Umar
Abubakar
Tuesday, 17 December 2013
PT BGR
DEPO PT BGR Menjadi Pemimpin ASDEKI Sumsel
Di Tulis Oleh : Elvi Romi
Menjadi perusahaan Jasa Logistik yang Profesional terkemuka di Indonesia serta mampu bersaing di pasar global. Demikian harapan PT Bhanda Ghara Reksa Persero Cabang Palembang.
Keinginan pokok PT BGR, Menyelenggarakan jasa logistik yang cepat, aman, kompetitif didukung dengan teknologi informasi yang komprehensif dan handal,Meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan melalui peran aktif sebagai perusahaan jasa logistik terpercaya.Meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui peningkatan kompetensi SDM, jenjang karir yang jelas, peningkatan daya saing dan produktivitas. Menjalin kemitraan yang berkesinambungan, saling menguntungkan, dilakukan secara transparan dan selektif.
Langkah berikutnya adalah, Kepuasaan pelanggan merupakan sasaran utama perusahaan, yang harus didukung dengan SDM yang professional dan sarana yang memadai, serta penerapan Sistem Manajemen Mutu secara konsisten dan konsekuen.
Salah satu jalan untuk menuju perusahaan Jasa logistik yang propesional PT BGR bergabung dengan Assosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki), hal di lakukan kita juga berharap untuk menyiapkan diri menyongsong ASEAN Economic Community (AEC) Tahun 2015. Salah satu upaya adalah dengan meningkatkan pelayanan, tata kelola dan regulasi kontainer di sejumlah pelabuhan di Indonesia.
Keinginan kita, Asdeki yang menaungi pengusaha depo kontainer harus mengambil peran dalam menyambut perdagangan bebas antaranggota ASEAN yang akan berlaku Tahun 2015 mendatang.
Penuh harapan dengan PT BGR bergabung pada Asdeki, Tidak hanya peningkatan pelayanan, namun Asdeki juga menjamin keamanan hingga menimbulkan keparcayaan bagi pihak yang menggunakan jasa Asdeki.
Sehingga dengan bergaung pada Asdeki juga harus jeli melihat peluang dengan diberlakukannya AEC 2015 agar mampu memberikan pelayanan prima bagi penduduk negara ASEAN yang mencapai 600 juta jiwa, 250 juta jiwa diantanya adalah penduduk Indonesia. Sedang populasi penduduk Sumatera Selatan mencapai 8 juta jiwa, merupakan populasi yang perlu di perhatikan.
Bayangkan regulasi ekspor impor untuk melayani kebutuhan masyarakat Asean. Tidak ada kata lain kecuali Asdeki harus berbenah dalam berbagai hal, baik aturan, tata kelola dan regulasi agar AEC memberikan keuntungan kepada semua pihak.
Perhatikan secara nasional, pemerintah sendiri melakukan persiapan menyambut AEC 2015 dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti pelabuhan laut, jalan raya dan bandar udara.Kita perhatikan di Sumatera Selatan sendiri, penyiapan sarana terus dilakukan seperti jalan lintas timur yang ini mulus mencapai 95 persen dari Lampung Menuju Palembang. Sementara lintas tengah dan barat terus mengalami perbaikan.
”Keberadaan jalan raya tersebut tidak akan bermanfaat maksimal jika Asdeki tidak melakukan perbaikan dalam pelayanannya. Minimalisasi sejumlah persoalan seperti pro kontra tentang jaminan kerusakan eks kontaner yang dibebankan kepala pelaku usaha ekspor import.
Kita harapkan juga , ada perhatian khusus pada pelabuhan yang ada di Sumatera Selatan , sehingga dapat menampung jutaan kontainer., keberadaan pelabuhan yang konfrehensif tentu mampu mendukung proses bongkar muat barang dalam kapasitas besar.
Sementara Ketua Umum DPP Asdeki Ruslan AR pada saat pelantikan Pengurus DPW Asedeki Sumatera Selatan mengatakan, Asdeki tidak sekadar memilih kepengurusan yang baru, tetapi sekaligus konsolidasi anggota untuk merumuskan kebijakan baru tentang tata kelola kontainer.
Dalam kesempatan tersebut, Ruslan juga melaporkan perkembangan Asdeki periode 2008-2013. Kurun waktu 5 tahun kepengurusannya, jumlah DPW Asdeki yang telah terbentuk sebanyak 9 DPW meliputi DPW Asdeki Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makasar, Sumatera Selatan dan DPW Sumatera Barat dengan jumlah 86 anggota. Berikutnya yang sedang dalam proses DPW Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan DPW Papua.
“DPW Asdeki telah melayani lebih dari 75 persen kontainer di seluruh pelabuhan besar di Indonesia. Ini capaian yang membanggakan. Saya berharap kepengurusan berikutnya terus melanjutkan perjuangan ini untuk menghimpun pramujasa kontainer bergabung dalam Asdeki,” ujar Ruslan.
Berikut kepengurusan DPW ASDEKI Sumatera Selatan Masa Bakti 2013-2018
Ketua : Teguh Waluyono (PT Bhan Ghara Reksa PLB)
Wakil Ketua : Soemarmo(PT Bahari Raharja Permai)
Sekretaris : Agung Bayu Hanggono (PT Masaji Tatanan Container)
Bendahara : Susanto Wijaya( PT Gemilang Internasional)
Wakil Bendahara : Herlini Martyanovrin (PT Bahari Raharja Permai)
Ketua Bidang Kepelabuhan dan Tarip : Elvi Romi Sutanegara (PT BGR PLB)
Ketua Bidang Organisasi : Dedy Hermanto (PT GUI)
Ketua Bidang Pengembangan dan
Diklat : Marshalman Amin (PT MTCON)
Sejak tahun 1957 Menjaga Makam Segentar Alam
Sejak tahun 1957 Menjaga Makam Segentar Alam.
Datang menjaga makam Segentar Alam, karena suatu wangsit namun tetap di jalani dengan penuh iklas dan sepenuh hati, demikian yang disampaikan oleh seorang juru kunci di makam Segetar Alam Nyai Sokiatun di tanah Bukit Seguntang Palembang berikut penuturannya.
Datang di Tanah Bukit ini sejak tahun 1957, berasal dari Jawa Timur, Pacitan. Di masa itu mendapat petunjuk untuk mendampingi pesan dari Gajah Mada, untuk menuju tanah Sumatera yaitu di bukit ini,ungkapnya.
Dimasa itu kita juga minta izin dari orang tua untuk datang ke tanah ini, yaitu tanah melayu Swarna Dwipa, itu artinya tempat emas dan perak yang ada di tanah ini, disini saya tidak ada sanak keluarga, dimasa itu masih penuh dengan hutan belantara, untuk tempat tidur dari daun kelapa yang di anyam, dimasa itu tanah ini disebut GUBAH TINGGI,akunya.
Masih menurut keterngan Sokiatun, dimasa itu tempat ini hanyalah hutan belantara, karena lokasi ini di jadikan tempat wisata, yang punya tanah, jadi diluar, kinidi jadikan untuk wisata, semua dari penjuru dunia datang kemari,ujarnya.
Menurut pengakuan petunjuk gaib bahwa di akui, Segentar Alam atau Iskandar Zulkarnain Sah Alam bukan asli dari Palembang, keturunan dari Majapahit, saudaranya ada di Malasia, datuk Sah Alam, dimasa itu datang dengan menggunakan kapal berbentuk naga dengan bendera Kunig emas,tegasnya.
Dimasa itu ia masih menganut agama Hindu, namun karena ia juga berkenalan baik dengan Kia Merogan, pada akhirnya ia masuk Islam, itu abad ke enam, kerajaan Srwijaya ini terkenal di penjuru dunia, pada abad ke 13 kerajaan Srwijaya ini runtuh, kerajaan Sriwijaya itu telah menghilang di telan bumi, Syaelendra itu adalah pamanya, ia juga berjaya di Jambi, Lampung, Bengkulu, di Padang juga. Di lokasi ini ada tujuh makam, Segentar Alam, Putri Rambut Selako atau Kencana Wungu(anak Raja Brawijaya), ada Bagus Kuning, Panglima Batu Api, Putri Kembang Dadar atau Putri Bunga Melur,Tuan Junjungan dari Arab,ungkapnya.@mil
Subscribe to:
Posts (Atom)
Perlu
syaratku untuk ikuti enkau, dua kalima sahadat, sholatku, puasaku, zakatku, hajiku jika itu mampu. aku yang perlu, meski tak satu taat pad...
-
Kadang ia duduk ditangga rumah sakit Muhammadiyah palembang, terkadang mondar mandir turun naik tangga. hantu bergaun putih berrambut penjan...
-
ADAT ISTIADAT PERKAWINAN PALEMBANG Disusun Oleh : M Kamil Fa...
-
ditulis oleh Mkamil memang kadang-kadang apa yang disampaikan oleh orang tua kita adalah bermacam-macam sehingga kadang banyak orang yang...