Wednesday, 10 August 2016

Pengertian konsep

A.       KONSEP PEMBELAJARAN
Konsep pembelajaran merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang secara
 disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam
kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran
 merupakan subset khusus dari pendidikan. Mengajar merupakan upaya memberikan stimulus
, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar
Pembelajaran berhasil guna bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri, akan tetapi
terkait dengan berbagai factor yang saling terkait. Salah satu factor tersebut bersumber
dari kemampuan guru memahami peserta didik dalam dimensinya. 
Guru juga harus dapat memahami keunikan-keunikan peserta didik secara optimal,
 khususnya melalui proses pembelajaran. Secara lebih spesifik dengan memahami
perkembangan moral anak , maka guru dapat memilih pendekatan-pendekatan
 dan model-model pembelajaran yang sesuai, tehnik-tehnik pemotivasian yang
 tepat serta pendekatan dan tehnik evaluasi sesuai.
Sering dikatakan mengajar adalah mengorganisasikan aktivitas siswa dalam arti yang luas.
Peranan guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan juga mengarahkan dan
 memberi fasilitas belajar. 
Agar proses belajar lebih memadai pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang
 dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru.
Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar 
 yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakang
akademisnya, latar belakang social ekonominya, dan lain sebagainya. Kesiapan guru
untuk mengenal karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama
penyampain bahan belajar dan menjadi indicator suksesnya pelaksanaan pembelajaran.
B.       PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang
terhadap proses pembelajaran. Ada dua jenis pendekatan pembelajaran, yaitu:
a.              Pendekatan pembelajaran yang berorientasi berpusat pada siswa
b.               (Student Centered Approach )
Pendekatan ini dikenal juga dengan pendekatan expository, pendekatan
 ini menekankan pada penyampaian informasi yang disampaikan sumber
belajar (bisa guru atau nara sumber) kepada peserta didik. Melalui pendekatan
 ini sumber belajar dapat menyampaikan materi secara tuntas.

Pendekatan ini tepat digunakan saat materi yang diberikan bersifat informatif yaitu
 materi yang berisi konsep-konsep dan prinsip dasar yang perlu dipahami peserta
 didik secara pasti. Pendekatan ini juga cocok digunakan pada peserta didik yang
jumlahnya banyak.

Ciri-ciri pendekatan expository sebagai berikut;
1) Adanya dominasi sumber belajar dalam pembelajaran,
2) Bahan ajar atau materi terdiri dari konsep-konsep dasar atau materi yang baru
 bagi peserta didik,
3) Materi cenderung bersifat informatif, dan
4) Terbatasnya sarana pembelajaran.
c.              Pendekatan yang berorientasi/ berpusat pada guru ( Teacher Centered Approach )

Pendekatan ini dinenal juga dengan pendekatan inquiry. Pendekatan ini memiliki
d.               kesamaan konsep dengan istilah seperti discovery, problem solving,dan reflektif thinking.
e.               Semua istilah ini sama yaitu dalam penerapannya berusaha untuk memberikan
f.                kesempatan kepada peserta didik untuk dapat belajar melalui kegiatan-kegiatan
g.               secara sistematis atas suatu permasalahan. Pendekatan ini memberikan peluang
h.               peserta didik untuk dapat menemukan sendiri berbagai hal yang mereka pelajari,
i.                sehingga peserta didika akan merasa puas.

Pendekatan ini menggunakan cara penelaahan dan pencarian terhadap suatu hal
j.                 secara kritis dan analitis, sehingga pengalaman belajar pun lebih bermakna
k.              dibandingkan hanya mendengarkan dan mengerjakan soal. Peran sumber
l.                 belajar/ guru sebagai fasilitator dalam memberikan arahan kegiatan agar
m.            pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisian.



C.      STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran secara sempit dapat diartikan hampir sama dengan metode
 yaitu sebagai cara yang digunakan dalam rangka pencapaian tujuan. Sedangkan
arti secara luas menurut Newman dan Logan (Abin Syamsudin Makmun, 2003)
 strategi pembelajaran memiliki empat unsur, sebagai berikut;
a)       Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil dan
b)        sasaran yang harus dicapai.
c)       Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling
d)        efektif untuk mencapai sasaran,
e)       Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan
f)          ditempuh sejak titik awal sampai mencapai sasaran.
g)       Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran
h)        untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan.
Dengan melihat bebarapa unsur tersebut, maka bisa dikatakan bahwa strategi adalah
 cara atau langkah-langkah terbaik yang dilakukan dalam pembelajaran agar
 pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai rencana yang telah dibuat.
D.      METODE PEMBELAJARAN
Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih
 dalam mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan
 suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan.
Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan fungsionalnya strategi dalam
 kegiatan pembelajaran.
Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab secara umum
 menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir
 baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa
 Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
 pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal
dari kata method (Inggris), artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memeroleh sesuatu.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas jelas bahwa pengertian Metode pada prinsipnya
 sama yaitu merupakan suatu cara dalam rangka pencapaian tujuan, dalam hal ini dapat
 menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun keagamaan.
Unsur–unsur metode dapat mencakup prosedur, sistimatik, logis, terencana dan aktivitas
untuk mencapai tujuan. Adapun metode dalam pembahasan ini yaitu metode
yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dapat diartikan sebagai
 setiap upaya yang sistimatik dan disengaja untuk menciptakan kondisi-kondisi agar
kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam kegiatan
pembelajaran tersebut tidak dapat lepas dari interaksi antara sumber belajar dengan
 warga belajar, sehingga untuk melaksanakan interaksi tersebut diperlukan berbagai
cara dalam pelaksanaannya. Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan
 interaksi satu arah, dua arah atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi
tersebut maka jelas diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari
pembelajaran tersebut dapat tercapai.
Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan
materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tugas
 cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai
tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar
 untuk mencapai tujuan belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun
dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut maka kedudukan metode dalam pembelajaran mempunya

i ruang lingkup sebagai cara dalam:
a.       Pemberian dorongan, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam rangka
b.       memberikan dorongan kepada warga belajar untuk terus mau belajar
c.        Pengungkap tumbuhnya minat belajar, yaitu cara dalam menumbuhkan rangsangan
d.        untuk tumbuhnya minat belajar warga belajar yang didasarkan pada kebutuhannya
e.       Penyampaian bahan belajar, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam
f.         menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran
g.       Pencipta iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan suasana belajar
h.        yang menyenangkan bagi warga abelajar untuk belajar
i.         Tenaga untuk melahirkan kreativitas, yaitu cara untuk menumbuhkan kreativitas warga
j.         belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya
k.        Pendorong untuk penilaian diri dalam proses dan hasil belajar, yaitu cara untuk mengetahui
l.         keberhasilan pembelajaran
m.      Pendorong dalam melengkapi kelemahan hasil belajar, cara untuk untuk mencari pemecahan
n.        masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran.
Perbedaan antara strategi dengan metode, jika strategi pembelajaran sifatnya masih
konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode
 pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation
 achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something
 (Wina Senjaya (2008).
Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
 mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata
 dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode
 pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
 pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi;
(4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming;
 (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
E.       TEKNIK PEMBELAJARAN
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya
 pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan
 sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan
suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah
 pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik
tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan
metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula,
 dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda
pada kelas
yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam
 hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
F.       TAKTIK PEMBELAJARAN
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan
metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan,
 terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin
 akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya,
yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia
memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang
 memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu
 elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu.
Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari
 masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe
 kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran
 akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat).
G.      MODEL PEMBELAJARAN
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik
 pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka
terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, 
modelpembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran
yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh
 guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau
 bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil
 (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan
 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu:
a. Model interaksi sosial;
b. Model pengolahan informasi;
c. Model personal-humanistik; dan
d. Model modifikasi tingkah laku. 


Dunia Peradilan Kita Terluka Parah    
Dua kasus  di Jakarta  dan satu  kasus  di  Kepahiang  itu  sebagai  Gunung Es  yang apabila  mau serius  di keruk lebih dalam , puluhan  bahkan  ratusan bongkahan es kasus  serupa  mudah di temukan.
          Sungguh Dunia peradilan kita sedang  terluka parah, dua kasus tersebut  yaitu  kasus yang terkait penanganan  perkara di Mahkamah  Agung belum selesai diusut,  lalu pada (23/5) Senin, dua Hakim  tindak pidana Korupsi ditangkap  oleh Komisi  Pemberantasan  Korupsi(KPK)  di Pengadilan  Negeri  Kepahiang, Bengkulu, Kota  kecil yang sunyi.
          Dua kasus  ini  seperti  saling  bersautan, dua kasus  suap dengan  tersangka Andri Tristianto Saputra,  pegawai  di   Mahkamah  Agung, dan Edy  Nasution,  panitera  Pengadilan   Negeri Jakarta   Pusat,  melibatkan  hakim  atau tidak ,  namun aroma  suap  membuat  peradilan  kita  makin  terpuruk.  Kasus  tertangkapnya  dua  hakim  tindak  pidana  korupsi  di  Kepahiang  semangkin  menyakinkan  bahwa  suap- menyuap  di  pengadilan  sudah  menjadi  kenyataan yang  memalukan sekaligus  memilukan.
          Kita ketahui  bahwa  sebelumnya, di  Medan,  Ketua  Pengadilan  Tata Usaha  Negara yang juga  terjaring  operasi  tangkap  tangan  KPK.  Melihat hal ini, Mahkamah  Agung  Tergagap-gagap dan kehilangan  kata-kata  untuk  menjelaskan  mengapa  terus  terjadi    penyuapan  terhadap  pemegang  otoritas  keadilan  itu.
          Menjadi pertanyaan  sekarang,  bagaimana  dengan  pengawasan  dari  Badan Pengawasan  ketua  Pengadilan  Tinggi  terhadap  hakim-hakim  dan aparat  pengadilan berserta  jajaranya.
          Apakah  yang  menjadi  faktor  penyebab maraknya  praktik suap di  pengadilan.  Tidak  perlu jauh-jauh  mencari  kambing  hitam dari faktor  exsternal.
          Antara  lain  adalah  beberapa faktornya,  internal  yang  diduga  kuat menjadi  penyebab  suburnya penyuapan  kepada  aparat  pengadilan.  Pertama,  tentu rendahnya  integritas  para hakim.  Kedua ,  karena  serba  tertutupnya  pengadilan  dalam  membuka  akses  informasi  yang  di  perlukan  masyarakat.
          Ketiga,  dalam  membuat  putusan, para hakim  nyaris  tanpa  pertanggungjawaban  kepada  institusi   horinzontal  maupun  vertical. Para hakim  begitu  mudah  berlindung  di balik  kebebasan  hakim.  Siapapun   dan institusi  manapun  tidak  boleh  mencampuri  hakim  dalam  mengadili  dan  memutus  perkara .  Hal  ini   yang sering  menjadikan  bungker  bagi  para  hakim  untuk  memainkan   perkara  yang  di  tanganinya.
          Menurut  catatan  Koalisi  Pemantau  Peradilan,  dua  hakim  tindak pidana  korupsi(tipikor),  Janner Purba  dan  Toton,  adalah  hakim  tipikor  keenam dan  ketujuh  yang di  tangkap  KPK.  (kompas.com.24/5/2016).
          Selanjutnya, Hakim tindak pidana  korupsi  yang  pertama  terjerat  kasus  korupsi  adalah  Kartini  Juliana Madgdalena  Marpaung,  hakim  pada  pengadilan  Tipikor Semarang itu di tangkap  oleh KPK  pada 17  Agustus  2012.
          Hakim wanita , Kartini di tangkap  bersama  dengan  Heru  Subandono  yang  juga  hakim  di  Pengadilan Tipikor  Pontianak.  Keduanya  tertangkap  tangan  seusai  melakukan  transaksi  suap  di  halaman  Pengadilan   negeri  Semarang.
                Selain itu, KPK  juga  pernah  menahan  hakim Pengadilan  Tipikor  Semarang,  Pragsono,  di tetapkan  sebagai  tersangka   kasus  dugaan  suap  penanganan  perkara  korupsi  di  DPRD  Grobogan ,  Jawa  Tengah ,  pada  Desember  2013.  KPK  menetapkan  Pragsono  sebagai  tersangka   sekitar  Juli  2013.  Dia  di  tetapkan   sebagai  tersangka  bersama  dengan  Hakim  ad hoc  Tipikor  Palu,  Sulawesi  Tengah, Asmadinata.
          Juga termasuk  hakim ad hoc   Pengadilan  Tipikor  Bandung, Ramlan  Comel. Ramlan  di tahan  KPK  sebagai  tersangka  kasus dugaan  suap   penanganan  perkara  korupsi  bantuan  social  di  kota  Bandung.
          Jadi  jika  yang  tertangkap  tangan  kebanyakan  hakim  tipikor  yang  bertugas  mengadili  para  terdakwa  koruptor,  sungguh  sangat  ironis.  Hakim  yang  korup  sehari-hari  menangani  perkara  korupsi. Jadi,  hakim-hakim  koruptor   harus  mengadili  para  koruptor.
          Apapun  yang  akan  terjadi  hakim-hakim  yang  bermental  koruptor  itu  akan  kehilangan  sensitivitas   ketika  menangani  kasus   atau  perkara  korupsi,  sebab  yang  tersimpan  di  dalam  benaknya   seolah  melakukan  korupsi  itu  adalah  hal  biasa.  Mereka  akan  kehilangan   penghayatan  ketika  menuliskan  pertimbangan  hukum.  Hakim  yang  di  harapkan  memutus  dengan  obyektip  dikhawatirkan  akan  lebih  mengedepankan   subyektivitasnya.
         Dari  hasil  data  yang  di  peroleh pada  Pengadilan  Negeri  Begkulu.Kamis( 26/5/2016).  Janner  dan  Toton  Kerap  satu  majelis  mengadili  perkara  korupsi. Dari  ketokan  palu  keduanya,  umunya  para  terdakwa  di  vonis  ringan,  bahkan  sepuluh  di  antaranya  di  vonis  bebas.
          Seorang Hakim yang   menghukum   ringan  dan  membebaskan  terdakwa  bukanlah  hal  yang   dilarang.  Yang  tercela  adalah  jika  hakim  menghukum  ringan    dan  membebaskan  terdakwa  karena  di  suap.
          Sesungguhnya   seorang  hakim,  yang  menerima  suap  dan  korupsi  sangat  bertentangan  dengan  tuntutan  profesionalisme  seorang   hakim  itu  sendiri. Profesi  hakim  adalah  benteng  terkahir  dalam  integrated  justice system  di  Negara  manapun.  Didalam  diri  seorang  hakim  di  personifikasikan  berbagai  symbol  kearifan.  Kode  etik  hakim  memuat  janji  hakim  untuk  menjalankan  profesi  luhur(of ficium  nobile)  ini.
          Sedangkan  untuk  di  Indonesia  keluhuran  martabat  hakim  mengacu   pada  symbol-simbol   kartika’cakra,’candra’, ‘sari ‘ dan  ‘tirta’.  Sipat  Kartika (bintang)  melambangkan   ketagwaan  hakim  pada   Tuhan  Yang  Maha  Esa, lalu  dengan  kepercayaan  masing-masing  menurut  dasar  kemanusiaan  yang beradab.
          Selanjutnya  sipat  ‘Cakra’  (senjata  ampuh  penegak  pengadilan)  melambangkan  sipat  adil,  baik  di  dalam  maupun  di  luar  kedinasan.  Dalam  kedinasan,  hakim  bersipat  adil  tidak  berprasangka  atau  menebak,  bersungguh-sungguh  mencari  kebenaran  dan  keadilan,  memutuskan  berdasarkan  keyakinan  hati  nurani,  dan  sanggup  mempertanggungjawabkan  kepada  Tuhan.
          Sipat  ‘Candra’  (bulan)  melambangkan  kebijaksanaan  dan  kewibawaan.  Dalam  kedinasan,  hakim  harus  memiliki  kepribadian,  bijaksana, berilmu,  sabar,  tegas,  disiplin  dan  penuh  pengabdian, ingin  maju, dan  bertenggang  rasa.
          Kemudian  bersipat  ‘Sari’  (bunga  yang  harum)  yang  menggambarkan  hakim  yang  berbudi  luhur   dan  berperilaku  tanpa  cela.  Dalam  kedinasanya  ia  selalu    tawakal,  sopan,  bermotivasi  meningkatkan  pengabdianya,  ingin  maju  dan  bertenggang  rasa.
          Terakhir  ia  bersipat  ‘Tirta’ (air)  melukiskan  sipat  hakim  yang  penuh  kejujuran(bersih),  berdiri  di  atas  semua  kepentingan ,  bebas  dari  pengaruh  siapapun  tanpa  pamrih,  dan  tabah.
          Kita  perhatikan   pada  tujuh  hakim  tipikor  yang  tertangkap  tangan  karena   suap   dan  hakim-hakim  lain  yang  berprilaku  sama.Mereka  sudah  kehilangan  sifat-sifat  yang  seharusnya  di  sandang  seorang  pengadil.
          Jika  sifat-sifat   itu  sudah  tidak  melekat  pada  mereka,  mereka  telah  kehilangan  predikat  yang  mulia. Tugas  Mahkamah  Agung  dan  segenap  pemangku  kepentingan   adalah  menyelamatkan  ribuan  hakim  yang  masih  baik.
          Jadi  sikap  permisif  yang  selama  ini  di kesankan  pimpinan  MA  akan  melapangkan  jalan  bagi  hakim-hakim  yang  terhormat  menjadi  tercela. Sebuah  Negara  yang  berkeadilan  akan  semangkin sulit  terwujud  jika  pilar-pilar  keadilan. Yakni  para  hakim  kita. Masih  koruptif.                                 
                     

            

Hukum Tajwid

Hukum-hukum Tajwid Yang Terdapat Dalam Surah Al-Fatihah :

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (الفاتحة: 1).

1.
اللَّهِ -Huruf Lam dinipiskan
2.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ -Alif Lam Syamsiah pada kedua-duanya
3.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ -Huruf Ro' ditebalkan pada kedua-duanya
4.
الرَّحِيمِ -Ketika waqaf, Mad A'ridh Lis Sukun (2,4,6 harakat)


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (الفاتحة: 2).

1.
الْحَمْدُ - Hamzah Washol dibaca baris atas ketika ibtida'
2.
لِلَّهِ -Huruf Lam dinipiskan
3.
رَبِّ -Huruf Ro' ditebalkan
4.
الْعَالَمِينَ -Alif Lam Qamariah
5.
الْعَالَمِينَ - Ketika waqaf, Mad A'ridh Lis Sukun (2,4,6 harakat)


الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (الفاتحة: 3).

1.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ -Alif Lam Syamsiah pada kedua-duanya
2.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيم - Huruf Ro' ditebalkan pada kedua-duanya
3.
الرَّحِيمِ - Ketika waqaf, Mad A'ridh Lis Sukun (2,4,6 harakat)


مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (الفاتحة: 4).

1.
مَالِكِ -Mad Asli 2 harakat
2.
الدِّينِ -Alif Lam Syamsiah
3.
الدِّينِ - Ketika waqaf, Mad A'ridh Lis Sukun (2,4,6 harakat)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (الفاتحة: 5).


Sajak Untuk Murni


 Sajak
 Untuk Murni
                                       Oleh : M Kamil





            Seperti  biasa setiap hari Sabtu ,  mengembalikan buku pinjaman dari perpustakaan dikotaku  ini, di Jalan Demang Lebar Daun, sebuah tempat peminjaman  buku yang sudah sangat di kenal di Palembang.

          Tetapi hari ini agaknya lain, mendadak akan mengembalikan  buku  pinjaman pada  hari sebelum waktunya.

          Aku datang menjelang  waktu yang tanggung sekali yaitu  sekitar  11:30 Waktu Indoesia  Barat (WIB) , waktu yang  mendesak  bagi kita umat Islam, yang akan melaksanakan  sholat Jumat. Aku terus masuk kedalam perpustakaan  dan seperti biasanya pula aku mengisi buku tamu,  ya………inilah kewajiban bagi setiap tamu yang akan  masuk meminjam buku.

          Di saat akan mencari buku  rasanya bagiku sepi sekali  , kutatap  sekitar  ruangan Nampak  hanya  segelintir  anak-anak  saja,  ada lagi duduk-duduk  baca  buku,  ada pula  yang sedang  sibuk  mencari  buku  yang  akan di  pinjam.

          Seorang peminjam  buku yang sudah habis  masa pinjamanya masuk ruang  perpustakaan, sambil  bertanya . “ Mbak,  tempat  memperpanjang  kartunya  dimana ?”

          “Itu  ! masak tidak tahu  ! Itu  ada  bacaanya,  Kata pegawai  itu  berkata  kepada peminjam yang akan  meminjam buku  baru tau  di perpanjang  lagi.

          Ini  kuingat  kejadian  yang  telah  lalu  pada  perpustakaan  ini,  aku hanya  menyaksikan dan pernah  pula  ikut  bicara, bahkan aku  sampai disekors  dan tak  dapat di perpanjang  lagi masa  pakai  kartuku. Tetapi  berkat  aku  sabar  dan barangkali  Tuhan  masih memberikan  kekuatan  bagiku, akhirnya  aku dapat  masuk  kembali   menjadi  anggota  sampai  sekarang.

          “Mbak  ……..ini saya  pinjam  buku,” kataku sambil memberikan  buku-buku  yang  akan  aku  pinjam.

          “Ya  letakan  saja  nanti akan  di  catat  lebih  dahulu,”  kata pegwai  yang Nampak segera mencatat  buku  yang  akan  di  pinjam  tersebut.

          Terlihat  juga  ada  mahasiswa  yang  sedang  asik  memainkan  laptop  mereka, karena di  perpustakaan  ini  disediakan jalur  internet  bebas  pulsa, alias  jalur  internet  yang  gratis.

          Buku-buku  itu  yang  akan  di  pinjam oleh anggota perpustakaan, masuk  dalam  data  yang akan di  pinjam, setelah  itu  buku   itu  boleh  di  bawa  pulang, sesuai  kebutuhan, namun di  perpustakaan  ini  di  batasi jumlah  pinjaman  maksimal  tiga  buah  buku  pinjaman, aku  segera  keluar, niatku  agar aku  dapat  mengikuti  Sholat  Jumat.  Namun baru  beberapa  langkah  keluar,  aku  melihat  seorang wanita.

          Aku  tersentak  perasaanku ingin  menyapanya, menegurnya dan mengajaknya  untuk dapat bicara denganku, karena  dalam  perasaanku  siapa tahu  tujuanya sama  dengaku. Kulihat dari  belakang, perlahan – lahan kuikuti lagak  dan gayanya.

          “Dik…..?” kusapa ia dari belakang, setelah  aku  sangat dekat  sekali.

          Gadis  itu  menghentikan langkahnya.

          “Pulangnya  kemana ?”

          “Dekat  sinilah .”

          “Dimana ?”

          “Ini di jalan Candiwelan .”

          Akhirnya aku dan gadis  itu berjalan berdua dan arah luar  pagar, kulihat gapura  dan pagar  yang di tata rapi, di ukir dan di cat indah  sekali. Kupikir  seharusnya di servis lebih menarik  lagi.

          Cuaca tampak cerah, hembusan angin sungguh terasa, sambl berjalan kaki bersama-sama gadis itu, aku menjawab  kata-katanya,”Dekat……sekali  kalau  begitu, tetapi pulangnya  apa mau  kepasar  dulu ?”

          “Ya, saya akan naik mobil  ke pasar lebih dulu, sebab ada keperluan di pasar , “ kata gadis itu.

          “Sama-sama saja.”

          Ia hanya diam menunduk. Kemudian memanggil becak yang  tak berapa jauh dari kios rokok. Gadis itu naik becak lebih dulu.

          Ketika  berada  di becak ia berkata,”Ayolah ……….naik nggak apa-apa.”

          Aku senyum dan bercampur bimbang dalam  hatiku sebab perasaan ini, bergelatak-glutuk, ,”biarlah aku jalan saja, bukankah  dekat  sekali,” kataku sambil sedikit berjalan.

          “Sudah nggak apa-apa, ayolah naik saja,”kata gadis itu sekali lagi.

          “Baiklah …….”kataku.

          Berdua kami bersama dalam becak, walau hati  masih bingung  dan pikiran setengah  bertanya-tanya. Ada kesan aneh memlalui sikapnya.
          Hening keadaan, meskipun hiruk pikuk  lalulintas, namun diam  tanpa suara yang terdengar.

          Becak terus berjalan, sementara aku masih bertanya  dalam bathinku, darimana aku mulai berkata.  Apakah aku bertanya  tentang nama,  alamat rumah, atau bertanya  buku apa saja yang di pinjam dan yang di senangi  dari perpustakaan.

          “Ini  dari  pada  kita  akan naik becak ketempat  dekat  itu, bagaimana jika saya usul begini ?”

          “Usul apa ?” Tanyanya ingin tahu.

          “Jika anda  setuju lebih baik langsung  saja menuju kepasar dan  kalau mau  mampir di tempat situ  boleh  juga,” kataku dengan pelan.

          “Boleh juga .”

          “Situ siapa sih  namanya ?” tanyaku  mendadak.

          Bersamaan dengan  itu ia juga melempar  pertanyaan  yang serupa.

          Kami jadi  tertawa.

          Tanpa  ragu aku  memberikan  kartu perpustakaan yang di selipkan  dalam buku. Dia mengambilnya  dan segera membacanya  dengan lamban, meskipun aku tak mendengar  kata-katanya.

          “Kalau  begitu  Jon  Seorang penulis ya ?”

          “Begitulah tapi  belum apa-apa kok. Kamu sendiri  siapa  namanya ?”tanyaku  balik  bertanya kepadanya.

         Dia  membuka  tas  merahnya,  lalu menyodorkan  sebuah kartu  yang  serupa denganku. Sambil dipegangnya  erat.

          Suara hiruk pikuk lalulintas kendaraan terdengar nyaring, sesekali melintasi  kami  yang berada  dalam  kendaraan becak yang beroda tiga itu.

          “Murni ?” wah sebuah  nama yang bagus.”

          “Jangan begitu berkata, aku jadi malu ah,” tukasnya dengan senyum.

          “Sungguh aku berkata  apa adanya. Orang tuamu telah  memberikan  nama Murni, dan  memang  orangnya  menawan,”kataku.

          Melayang  jiwaku mengatakan  itu. Bergoncang-goncang seperti  akan  membangun  sebuah mahligai  diatas  angan-angan, dari sebuah mimpi  yang berakhir. Ini aku rasa  dan bukan sebuah mimpi yang  berakhir…….bukan? bukan  mimpi tapi  ini  adalah  sebuah kenyataan yang ada di depan  mata.

          Seakan-akan  roda  becak  ikut bicara, seakan  mampu melukiskan  untaian  kata-kata, apa yang tengah ku alami  saat ini.

          Jari-jari becak berbisik-bisik,”ya baru kali ini saya dengar dan  melihat  hal-hal  yang Nampak  seperti  mimpi belaka.”

          “Di dunia  ini, hal  yang tidak mungkin itu  akan mungkin sekali terjadi, seperti apa yang telah kita  lihat sekarang  ini,”kata  bodinya  becak.

          Meskipun baru kenal  namun keakraban  terjalin seakan seorang teman  lama yang baerjumpa  lagi, bagai bernostalgia.

          “Ya aku  juga  baru kali ini, di duduki oleh dua  insan yang baru saja  bertemu,  ibarat  sudah  lama tak saling  khabar  berita,  namun bukan bak  kodok rindukan bulana………salah maksudku hujan,  bukankah  begitu  sadel ?” Tanya  jok becak.

          Becak berhenti di sebuah persimpangan menunggu rambu-rambu  menyala hijau,  becak perlahan  maju  kedepan. Lebih mendahului  kendaraan lainya.

          “Ya aku  juga  sama dengan kalian,  tapi aku  Tanya pada  kalian, Pada jari-jari, pada ban, dan juga kepada  jok,  apakah doa kita  akan terkabul  untuk mereka ?” Tanya Sadel  becak.

          Perbincangan  yang mistery dari alat  manusia  memang tak terdengar  oleh manusia, namun benda itu  tercipta  tetap saja akan selalu  mendampingi  setiap  kehidupan  sisi manusia. Yang berada di muka  bumi  ini.

          “Itu semua  tergantung pada perilaku  kita  selama ini sahabat..!” teriak oleh Jari-Jari dengan lantang sekali.

          Dialog  benda di muka  bumi, yang merupakan  alat  kehidupan  bagi manusia, jadi saksi nyata di dunia  ini  yang terus  berjalan, hanya  manusia  saja  yang terkadang lupa  akan  perbuatanya tersebut.

          “Maksudmu apa ?” balas Sadel  becak  kembali.

          Becak perlahan  menuju ketempat yang sudah di pesankan sebelumnya.

          “Maksudku jika kau  rajin sholat dan banyak berbuat  kepada kebajikan  maka itu  sebagai pengantar  hidup yang mulia,” kata Jari-Jari  becak,” Biasanya apa-apa yang akan diminta  akan di kabulkan.”

          “Ya, saya akan mampir saja dan  sekalian  Jon akan tahu juga  tempatku  nanti,” Murni memotong pembicaraan.

          Becak  berhenti  di sebuah  mulut lorong Murni turun dari becak.

          “Baiklah kalau  begitu, saya akan terus ke Mesjid Agung untuk  sholat Jumat  disana saja.”perlahan aku jawab .

          Murni telah turun dari becak tersebut,” tempat tinggalnya  jauh ?”

          “Tidak, aku tinggal di Kertapati.”

          Suasana hening, diam sesaat hanya sempat  saling pandang, sehingga  beragam  keinginan  tertuang saja.  Inilah sebuah  angan  kasih  di awal sebuah  perjumpaan yang banyak meninggalkan bagai pertanyaan.

          Murni Tanya kembali,” Kira-kira  ?”

          “Didaerah simpang  tiga  atau  lebih tepatnya  di jalan Ogan no 2 “

          Tanpa diketahui aku semangkin tertarik  memandang  wajahnya, rambutnya  yang keriting, dan itu …….cara berbicaranya  yang khas. Suaranya yang merdu  membuat aku terhanyut.

          Kami  berdua saling tertegun  tiada kata  yang dapat berucap, sehingga  bagaimana  untaian  kata-kata  yang harus ku ucap, agar perjumpaan  ini  akan membawa kesan, yang tak akan pernah dapat  kulupakan, adakah kata-kata indah yang dapat kuucap?, bisiku dalam hati.

          Saat ia turun becak, lewat lorong  yang tak bernama itu  ia  memandangku,” Daaaahhhh…, “ ucapanya seraya.

          Diam aku  memandangnya, bisikan  hatiku tak mampu  berkata sesuatu  yang ingin kuucapkan, untuk perpisahan  ini, hanya aku berkata,”Terima kasih  sampai kita  berjumpa  kembali.”

          Kupandangi ia, begitupun Murni  sangat dalam ia berkesan  bagiku.

          Dia menghilang  dibalik  di balik barisan rumah-rumah itu, hingga  menyelinap  sudah. Bagai pertanyaan  yang tersimpan  di hatiku , kini diam seribu  bahasa, entah  apa yang  hendak kutanya  kini.

          Meskipun bising suara kendaraan  yang lalu lalang namaun, tak sedikit  aku terganggu dengan itu, yang aku pikirkan hanya  pertemuan ini, bertanya-tanya di hatiku.
         
Sejenak pikiranku menerawang jauh, ingin tadinya  kuminta  sebuah  photo  darinya , tapi malurasanya, tak terucap  jua sedikit  katapun  dari bibirku. Ingin ku mengenalnya lebi jauh
dalam  waktu  yang lebih  lama   lagi, namun ke khawatiranku  masih ada mengganjal di benakku pada  saat ini.

          Becak putar kembali  melalui jalan yang  di  lalui  oleh becak, bentuk  rumah panggung  masih Nampak,  karena ini  merupakan rumah  khas  masyarakat  Palembang. Aku bangga  sebagai warga Palembang  yang  masih mempertahankan  rumah  adat  tersebut.

          Di kota lain, rumah  adat  ini  sudah  hampir  tak  Nampak  lagi, karena rumah khas  daerah  tersebut  secara  perlahan-lahan  mulai  musnah,  yang sudah di ganti  dengan rumah-rumah gedung yang  modern, dengan  mode yang bertingkat-tingkat.

          Ingin  kurangkai kata-kata  agar pertemuan  itu membawa  kenangan indah, supaya kisah ini  akan tetap di kenang, baik dalam suka maupun duka, tapi  aku bukan seorang pujangga yang pandai merangkai kata-kata.

          Keras  aku  berpikir untuk  menuliskanya pada  kertas  yang dapat  kujadikan  pegangan hidup,  ingin ku buat  sajak  indah  tapi  dari mana  awalnya  yang  harus  kumulai.

          Banyak kadang-kadang  orang  bilang  inspirasi  itu akan muncul bila  dalam  keadaan  hening,  dalam suasan  yang sepi  di  saat  kita  menyendiri,  kadang  juga  ingi  ku  tuliskan  kisah-kisah  itu di dinding –dinding  rumah.

          Sungguh  aku  menjadi  bingung  sekarang,  mengapa aku jadi  begini, di  luar  sana  tampak  angin  brhembus  lembut,  malam  terang  bulan  membawa  hanyut  khayalku  kini. Mengapa  aku  begini  setelah  tadi  siang  bertemu  dengan  Murni? Ada  perasaan  yang  teramat  dalam  yang  tersisa  di dalam  lubuk  hatiku  yang  paling  dalam,  sehingga  kesan  itu  yang  tak  dapat  aku  lupakan.

          Meskipun  kesan  itu sukar  untuk  kugambarkan, oleh  karena  itu  sungguh  jujur, aku  tak  dapat  untuk  melupakanya. Meskipun  demikian  aku  juga   tak  mau  beranda-andai  tentang  Murni,  hanya  saja kesan ku  bersamanya  terukir  di  hatiku  yang paling  dalam.

          Berjalan  menenbus rasa  hingga  dapat  kupandangi  semua alam  yang jauh  itu,  ingin  kutembus  dengan  penuh  rasa,  bersama  persaan  hati  dengan  kisah-kisah  antara  aku  dan  Murni.

          Menjalin kata-kata  ingin  kulakukan  agar  sajak  itu  hidup  bersama  langkah-langkahku dan  Murni, tapi  kubukan  seorang  ahli  puisi  atau  sajak, hanya  tak  ingin  memperkosa  perasaan  di  hatiku, karena  ini  semua  hak  semua  insan  untuk  saling  kenal, saling  bagi  kasih,  hingga  kubertanya bolehkah aku  mencumbuuuuuuuu…..????????  

           

             

         


Perlu

 syaratku untuk ikuti enkau, dua kalima sahadat, sholatku, puasaku, zakatku, hajiku jika itu mampu. aku yang perlu, meski tak  satu taat pad...