Monday, 14 November 2011

Haji Dahalek Ulama dari Desa Benawa


Dahalek adalah seorang ulama yang tinggal di desa Kecamatan Tanjung Ogan komering ilir. Dikenal dengan sebutan Haji Dahalek, karena ia sering memberikan ceramah dan nasehat kepada orang kampung, ia sering datang ke desa-desa lainnya dan tak lupa pula ia berceramah disana.
Suatu hari haji dahalek tidak mengikuti shalat jumat dikampungnya, orang kampung banyak membicarakannya, setelah dicek ternyata ia ada dirumahnya, padahal setiap hari jum’at ia melaksanakan shalat jumat di mekah,  fisiknya saja yang ada dirumah sementara rohnya ada dimekah. Meskipun demikian orang tak juga  percayaakan hal itu, untuk membuktikan hal itu keyakinan pada diri warga, lalu diceklah kebenaran itu.
Ketika segerombolan orang pulang dari shalat jumat. Bersamaan dengan itu pula Dahalek pulang, seorang laki-laki menyapanya “hai haji dahalek dari mana kau?” “baru saja pulang dari dari shalat jumat, hei apakah kau ingin oleh-oleh yang saya bawa dari shalat?”
Dahalek mengambil setangkai kurma dan dibagikan kepada orang oarang yang baru pulang dari shalat jumat. Betapa kagetnya mereka melihat peristiwa yang terjadi itu, baru lah mereka percaya bahwa Haji Dahalek  melaksanakan shalat di makah.
Sehingga ia dikenal sebagai ulama sejak itu, dan ia sering pergi dalam waktu yang lama , jika ada masalah ikampungnya barulah ia pulang. Suatu ketika haji dahalek pergi, kepergiannya itu tak ada kabar kapan ia akan kembali. Dan satu bulan telah berlalu.
Salah satu keluarga Haji Dahalek bertanya kepada sahabat Dahalek “pernah kah kau melihat Haji  Dahalek beberapa hari ini?” “ya, kemarin aku bertemu dengannya, ia berkata bahahwa besok ia akan pulang.”jawab sabat Haji Dahalek. Betul pada saat menjelang malam, terdengar suara ketukan pintu “asalamualaikum!”
Saat dibukakan pintu tanpak benar sekali yang datang itu adalah Haji Dahalek , yang membuat keluarga Haji Dahalek sangat senang. Belum lama kedatangan haji Dahalek, ia tertidur namun tak kunjung bangun, sehingga tersebar bahwa haji Dahalek meningga. Lalu keuarganya mengundang orang pintaragar segera dapat dikuburkan.
Dan seorang ahli mengatakan “saya harap ia jangan dahulu dikuburkan, karena tampaknya ia hanya mati suri saja”pendapat itu tak menjadi tanggapan keluarga haji dahalek, lau mereka minta agar jasad Haji Dahalek segera dikuburkan, karena itu adalah permintaan keluarga maka pada akhirnya dikabulkan juga. Masyaraka juga keluarga mengantarkan  Jasagdhaji Dahalek kekuburan untuk dikebumikan.
Beberapa hari yang lalu datanglah utusan dari laki-laki yang baru saja turun dari perahu, “pak saya mohon tanya, dimana rumah Haji Dahalek” “itu rumahnya.”
Ketika ia sampai kerumah haji Dahalek ia berkata kepada keluarga Haji Dahalek “ini kiriman haji dahalek, mohon diterima.” “enar iani kiriman dari haji dahalek”
“benar ia sendiri yang mengatakan itu. Ia bilang tolong sampaikan langsung pada keluarganya”. Dan betapa terkejutnya keluarga Haji Dahalek mendengar berita itu, karena baru saja mereka menguburkan jasad haji dahalek, dan kini ada kiriman dari haji dahalek.
Disebabkan karena rasa keingintahuan mereka, segera mereka menyusul apa yang terjadi sebenarnya ada orang tuanya. Disaat mereka mulai memasuki desa itu dan berkata “dimana temat kediaman Haji Dahalek?” “nah baru saja saya melihat beliau dari rumah ituia sedang mengajar mengaji disana, mungkin masih berada disana” mendengar penjelasan itu mereka langsu menemuinya “pak saya mau tanya apakah anda melihat haji dahalek”.
“wah baru saja, beliau meninggalkan rumah ini, mungkin belum jauh,” jawab tuan rumah sambil menunjukkan arah tempat keluarnya Haji Dahalek. Beberapa rumah mereka datangi tetapi selalu saja mengatakan baru saja meninggalkan rumah mereka. Dan mereka mendapat nasehat agar segera membongkar kuburan Haji Dahalek. Terbukti ketika mereka membngkar kuburan Haji Dahalek, betapa terkejutnya mereka bahwa isi kuburan itu tidak ada lagi. Lalu tersebarlah bahwa haji dahalek dapat hidup lebih dari satu tempat. Dan keluarga Haji Dahalek menyadari bahwa Haji Dhalek memiliki kelebihan seperti itu. (M.Kamil) 

Sunday, 13 November 2011

Resepsi Pernikahan

Ditulis oleh M kamil

ini adalah sakah satu suatu adat yang sudah ada dari sejk hidupnya kehidupan yang ada di kota Palembang ini, namun inilah yang berlangusng  hingga dengan sekarang, yaitu setiap itu yang namanya perkawinan .

sehingga hadirnya itu di undang oleh pihak kelurga yang melaksankan pernikahan, yang di undang itu mulai dari pihak mempelai lelaki dan mempelai perempuan.




juga ini mempelai dari pihak perempuan dan juga mmeopelai dari laki-laki, juga di undang drai pihak tetantangga dan juga orang ada di kampungnya, yang juga da di sekitarnya, itu menjadi kumpulnya warga yang ada di sekitar ini.(kamil)

Saturday, 12 November 2011

Cintaku Di Kampus Perjuangan

Bagian II
Karya : M Kamil

Sepertinya hujan turun tetapi untuk saja Insan sudah berada di kampus , hari Senen sebagai ketua  kelas tentu saja kita akan lebih sibuk, perama kali kita harus memngambil Absen di kantor Fakultas Hukum, ya seperti biasa kertas Absen itu sudah berad di atas meja tata usaha.

Diakui pada hari Senen  pelajaran Agama, sehingga datang terlamabat karena waktu tiba, guru Agama sudah memebrikan pelajarannya, tengtu saj mengikuti pelajaran secara langsung.

Pada pukul 18 30 kelas istirahat, sehingga dialnjukan untuk pelajaran kedua, disaat itu Insan seperti biasa untuk segera mengembalikan kertas absen yang biasa setelah peljaran usai di kembalikan kembali pada tata usaha yaitu Pak Tris.

"San , apa pelajaran selanjutnya ," tanya seorang yang berada disampingnya itu. ia seorang laki=laki yang sering berada didekat Insan.

"mungkin pelajaran Ilmu Negara,"jawab Insan dengan ringan, semabri ia memberikan kertas Absen keduanya pada  Beny.

Beberapa teman lain saling bercengkerama , disana  ada Laras, Chika,  juga Dina , juga ada Fana,"Oi usai belajar ini kita pergi Futsal, Insan ikut ya?"

"Trim,s mungkin saya tidak ikut."

elum lagi sempat lama bicara ternyata dosen Ilmu negara Sudah datang, segera saja para kawan-kawan bergabung datang untuk mengikuti peljatan yang di samaiakan oleh dose, biasa dosen Ilmu negara adalah Rully Armanto, mesksipun  hari terang kadangkala dosen ini tidak datang .

Meski hujanturun di luiar namun kawan-kawan tengah sibuk saja menhikuti pelajaran dengan rajin, walaupun  sepertinya kelas agak rucuh, soalnya kadang kala kelas ini gabung dengan kelas A, memang kadang kelas B hukum semester satu gabung dengan kelas A untuk mengikuti pelajaran yang sama, terutama sekali prelajaran Agama.

Sehingga pelajaran itu di ikuti hingga denagn selesai, kami tetap saja kelas agak ricuh, barulah usai sekolah kelas jadi tenang, tinggal menungguh waktu untuk keleur , namun kawan -kawan sibuk sudah dengan kegiatan mereka masing-masingl.

"San, belum pulang ?" tanya Eva yang tengah dududk tidak jauh dari sampingnya Insan, sembari ia duduk mendekat pada arah Insan.

"belum nih, aku lagi duduk menunggu teman yang ada di kelas Induk, di fakultas FkIP, jadi sementara menunggu di sini saja," jawab Insan yang dirtuk tidak jauh dari sahabatnya itu.

Mereka hanya diam terpaku, tak banyak yang dibicarakan, namun di balik itu hanya tersenyum berbagai pertanyaan yang ingin ditanyakan hanya saha ia masih merasa malu, apakah mau sahabatany ini mau di ajak bicara, tapi baru dalam benaknya Insan saja.

"Pulang dimana ?" tanya Insan dengan Serius sembari ia duduk  lebih dekat, hanya saja ia ingin sampaikan saja yang ada di benaknya .

"Di plaju.!!"

"Aduh kalau begitu kita sama ni.!

"Jadi insan juga pulang arah seberang Ulu ?'

"Ya."
Pembicaraan itu berjalan lancar, hanya saja masih bertanya dalam hatinya Insan semoag perrsahabatan ini akan menjadi kekala hingga nanti , pikirnya ini teman yang dapayt id ajak bicara untuk saat ini saja.

Ketiak waktu pulul delapan seperti biasa Insan berajanak dan pergi meninggalkan kelas Hukum, ia pulang bersama sahabat dekatnya yang juga kuliah di kampus perjuangan itu.

Seperi biasa ia pselalu pulang bersama, dengan kendaraan motor tuanya, sehingga keadaan itu berjalan dengan cepat, setlah menjelang pukul delapan mereka pulang masing-masing mengikuti  keinginan mereka masing-masing.

Bagi Insan sudah menjadi tugas dan kewajibanya, dipagi itu ia pergi untuk mencari naea sumbernya yang di ajak untuk bercerita tentang kedaan mereka yang akan di ajaknya bicara nanti.

Ternyata di hari tiu ia pergi ke arah sebuah pengadilan yang berada di Jalan kapten arivai, sebiuah tempat sidang yang aad di Kota Palembang, Di sini temoat sidang perkara yang di gelar. Kebentulan pada hari itu kamis, di lokasi temat pengadilan ternyata tengah berlangsung sidang tentang msalah tanah, sehingga dengan santai saja Insan mengikuti sidang itu.

Setelah mengikyi sidang seperti biasa ia segera untuk mebeuat berita itu pada media tempat ia kerja, itulah yang dilakukan oleh Insan untuk menynabung hidupnya setiap harinya.

Menjelang pukul empat bai Insan untuk segera menuju ke kampus Perjungaan yang berada di jalan Veteran atau juga di kelnal dengan jalan Taman Siswa. mereka yang berad di universitas seprti biasa tengah sibuk mnegikti menunggu waktu akan segera msuk.

Bagi Insan setelah ia datang kadang kala langsung saja masuk, karena datang sering terlambat juga untuk datang, tetapi kala ini dosenya belum juga datang.

"San apakah dosenay datang ?"

"kita tunggu saja apakah ia datang atau tidak, kalau datang oke, kalau tidak kita istirahat saja sambil menunggu waktu untuk belajar jama kedua," jawab insan yang tengah duduk dekat sahabatnya Amit.

Amit seorang sahabat dekatnya Insan, ia juga tengah duduk dekat Insan, ia sahabat dengannya umurnya tidak begitu beda, apalagi mnereka adalah seorang sahabat yang sudah lama ini , kadang kala mereka ingat masa lalu di kampung mereka bersama dulu.

"Mit kita belajar ilmu ekonomi barangkali/!
"Apakah doennya ada?"

"San itu dosen Ilmu ekonomi sudah datang !"

"kalau begitu kita segera saja cari lokal dulu,."ungkap Insan yang segera saja tanpa banyak bicara langsung ia beranjak dari duduk nya dan mencari lokal untuk segera mengikti pelajran mata kuliah Ilmu ekonomi.

Seorang wanita yang datang mendekati Insan, semabri ia mebisiskan sesuatu,"kita kuis ya ?"

"Seperti nya  begitu,soalnya pada minggu lalu ia bilang begitu," ungkap Insan yang yang tengah duduk didekat tidak jauh dari Amit.

Kontan saja sore itu  pelajaarn dengan santai mengikuti mata kuliah Ilmu Ekonomi, sehingga disore itu  pelajaaran itu di ikuiti dengan rilek.

"Eva, sendiriian nih.?"

"ya, bagaimana dengan mata kuliah tadi?"

"Sepertinya matakuliah itu dapat saya ikuti dengan baik, ya mudah-mudahan itu ada nilainya yang baik," ujar Insan yang dengan santai ia duduk bersama dengan Eva, yang juga baru saja duduk di dekatnya Insan.

"Ku perhatikan kamiu tidak mau ikut ceria-ceria sama kawan ?"

Eva vertanya Insan yang tidak mau ikut ketika, kawan-kawan pada ramai mau mengajak ikut an pergi untuk berkaraoke menuju kearaha yang biasa kawan-kawan seruing pergi, apakah itu pergi ke inul atau juga pada arah Seleberitits yang tidak jauh dari Kmapus Perjuangan, taua juga kadang kawan pergi menuju kearah permainan Putsal yang juga tidak jauh berada di kampus Perjunagan .

malam makin gelap, hujan tampak rintik-rintik kuliah kedua baru saja berpisah, untuk itu mereka hanya tertuju pada keinginan mereka msing-masing.

Ternyata walupun hujan turun bukan halangan bagi kawan-kawan untuk untuk segera , sehingga malam itu tentu saja akan mebawa kesan tersendiri bagi Insan, karena walaupun hanya sesaat ia dapat berbicang dengan eva tetapi baginya itu sudah cukup.

Hanay tinggal pertanyaan yang dalam yang masih membekas di lubuk hatinya, apakah ini yang namanya sebuah jalaianan persahabatan yang indah, hanya semoaga ini dapat dilanjutkan untuk esok harinya pikiranya dengan tenang.

Karaena meskpun demikian tentu saja, ia tak mungkin untuk dapat mengantarnya, karena kalau ia ingin mengantarnya tentu sahabata dekatanya akan selalu menunggu dengan setia, karean dia tahau sahabata dekatanya itu adalah lebih dekat dari segalanya.

Malam setelah pulang dari kuliah yang ada, ia segera saja duduk dengan tenang, ia menuliskan kembali pelajaran   kembali, tentu saja mamksudnya agar ia selalu ingat akan mata kuliah itu, sehingga tidak jadi lupa apa yang telah di jarakan padanya.

malam itu sebelum tidur masih saja ia merenungkn apa yang telah diikutinya pada hari ini, ia kadang merenungkan pa yang telah terjadi padanya pada hari ini, ia hanya berharap kejadian pada hari ini akan membawa suatu mmampaat dan sangat berguna baginya dan juga bagi keluarganya itu yang sellalu di harapakan baginya.

sebuah harapan yang juga sangat diharapakan oleh siapa saja yang adanya itu adalah seorang anak manusia, namun itukah yang namyana hidup, barangkali memang selalu mebutuhkan akan kehidupan anatar manusia dengan manusia yang lainya.

Tapi ini dalah lagkah yang harus dan dijalani, walaupun sesunghuhnya baginya adalah ini suatu perjuangan, karena baginya Insan ini dalah tuntutan untuk melalukan pendidikan denga mengikti dimana ilmu baginya adalah suatu tuntutan yang kelak itu akan berguna baginya juga akan berguna bagi orang lain kiranya demikian yang di harapakan oleh Insan dalam hatinya.

Maalam itu terang, namun baginya Insan ini dalah mertenuingkan apa yang telah terjadi, dengan sesaat ia kembali mengambil air wuduk ia menghadapa pada Tuhan yang maha esa, untuk melalprkan segala apa yang dia inginkan .

Sore itu Insan sepertinya datang terlambat, ia hanya tersentyum, ,"Dik sepertinya kita datang terlambay nih."

:ya , seperti begitu.!!"

Ternyata itu  benar bahwa kondisi  kelas dan kawan-kawan sudah tidak ada lagi yang di luar, mereka sudah pada masuk di ruang kelanya masing-masing, juga untuk kelas b fakultas Hukum sepertinya pelajaran Antropologi Budaya sudah mulai amsuk, dan terlihat sudah mulai mengikiuti mata pelajaranya.

hari itu sahabat dekat satu kuliah satu kelas yaitu Amit tidak amsuk, Insan langusng saja duduk di bagian depan sendiri , tidak lama setelah itu datang siswa lainya, ternyata Eva juga baru saja datang, ia juga datang terlamabat, karena tidak ada tempat duduk lain, kebetulan bangku didekat Insan sendiri Eva duduk didekat diInsan.

"baru datang nih?"

:Ya ," jawab Eva dengan senyum ceria.

Hore!!!, teriak kawan-kawan, sepertinya janjian nih, teraiakan kawan-kawan lainya, yang berceloteh di belakangnya Insan, Insan hanya menyabutnya itu dengan senyum saja, hanya terlihat Eva yang jadi malu dibuatnya karena ulah permaianan dari kawan-kawan itu.

Tanpa banyak bicara Insan cuek dengan keadaan itu ia hanya dengar denmgan telinganya, tapi apappun yang dibicarakan oleh sahabatanya itu tetap itu di simak dan di perhatikan oleh Insan, karena baginya itu adalah suatu penghargaan baginya bagi teman yang  masih mengargai dirinya itu.(kamil).....bersambung pada bagian Tiga.


Wednesday, 9 November 2011

SEAGemes Di Palembang

Palembang,- Memang patutnya kita bersyukur bahwa pada saat ini diselenggarakannya suatu pesta dunia dalam bodang olah raga yaitu pada saat ini namanya, itu SEAGEMES yang ada di Palembang.

mulai yang ada di ikut sertakan dari berbagai kalangan yang ukut serta dalam pesta dunia ini, mulai drai pejabat pemerintah hingga masarakat yang paling bawah.

mulai dari guru, dosen, mahsiswa serta wartawan yang juga ikusertakan adalah ara tukang becak yang juga ikut serta, hingga pada saat ini ikut sertakan untuk ikut  dalam bidang ini.


itulah yang diberikan sakah satu upya pemerintah yang ada di indonesia, yaitu suatu kita juga ikut serta dalam hal ini.(kamil)

Lebaran Akan Datang

Palembang,- ini adalah sakah satu  dari apa yang di lakukan oleh warga negera yang ada di indonesia pada khususnya.

terutama sekali masalah ibadah yang aad di Indonesia, khususnya untuk yang beragama Islam, sehingga untuk dan akan datangnya lebaran, mereka lalu mengadakan persipan misalnya mereka mengadakan kegiatan itu antara lain adalah mengsisi kue-kue itu kedlama toples yang ada.

misalnya pada saat ini apa yang dilakukan oleh anak-anaka ini, satu yang bernama Maharani dan satu lagi yang bernama Megawati sempurna pUtri.

ini kegiatan yang dilakukan secara gotong roroying apabila itu akan dan menjelang lebaran, haria raya Idul adha atau juga pada hari Raya idul Pitri.(kamil)l

PAUD TERAS Butuh Perhatian

Palembang,-ini adalah lembaga atau Yayasan yang berada di Palembang, jalan Kha.Wahid Hasyim 7 ulu rt 13 Lr Terusan II no 510 Palembang-Sumatera Selatan.

Lembaga ini sudah berdri sejak tahun 2001, tetapi yang mengurus tentang nak-anak usia dini khususnya anak PAUD itu baru berjalan empat tahun yang lalu.

Pada saat ini kini Yayasan TERAS sudah meiliki tiga puluh orang nak usia dini, lembaga pada saat ini ingin untuk memngebangkan usaha ini tetapi masalah modal untuk mengembangkan usaha pendidikan ini jadi hambatan yang sangat berat sekali.

oleh karena itu in dalah harapkan kami sangat ingin adanya bantuan dari semua pihak agar lembaga kami ini  dapat di bantu oleh semua pihak, agara kami dapat meningkatkan pendidikan ini nantinya, kami kedepan ingin membangun sekolah ini dan ingin kami kembangkan  lembaga yang kami kelolla pada saat ini.

kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari semua pihak, terutama masalah yang kami hadapai pada saat ini untuk dana memebli lahan, yang kurang, pembangunan gedung sekolah yang tidak ada dananya, untuk membnagaun gedung yang baru, karena akan kebeutuhan murid makin banyak tapi uang yang kami butuhkan tidak ada,(kamil)

Palembang Itu Yang Sesungguhnya


Ditulis oleh : M Kamil
Palembang, _ini adalah salah satu dari sekian banyak sudut kota yang ada di dalam kota Palembang pada saat ini.

ini adalah salah satu cara wraga Palembang yang akan mencari pola kehidupan mereka sehari-harinya, sehingga hal ini menjadi suatu cara untuk memberikan kehidupan bagi kehidupan mereka pada saat ini.

Palembang ini jika asaja para pemimpin yang ada pada saat ini sadar bahwa sesungguhnya warga Palembang ini kalau mau di hitung dan di buktikan, bawa yang miskin itu jumlah paling banyak yang ada.

Akan sangat mudah mau melihat warga miskin yang ada di kota Palembang ini, jangan hanya melihat komplek yang bagus seperti Poligon, atau juga Jakabaring yang sederhana i tu, tapi coba lihat di lorong-lorong.

Disana  akan dilihat bagaiamana sesungguhnya  penduduk yang ada dalam kota Palembang ini, banyak pemimpin yang ada i Palembang pada saat sangat dan telah lupa bahwa sesungguhnya ia sebagai pemimpin misalnya seorang gubernur, atau seorang walikota Palembang.

bagaimana Palembang akan mau maju, kalau para pemimpinya saja sudah tidak benar pada saat ini, misalnya Gubernur Sumsel, yang notaben hanya memikirkan rakyatnya saja, tidak ada sama sekali, apakah pernah gubernur tahu akan rakyanya pada asaat ini, itu tidak sama sekali.

Kalau saja para pemimpin kita pada saat ini mau sadar, maka tentu akan cepat negera ini akan maju, tidak seprti sekrang ini, kalau Palembang saat ini yang sebungguhnya, hendaknya semuanya tahu  bahwa pemimin Palembang saja pikiranya sedang tak karuan pada saat ini.

kenapa demikian, karean dia saja sudah tidak dapat memimpin dalam rumah tangganya, karaean pada saat ini sudah memiliki istri dua, tapi keadaan dalam keluarganya tidak dapat ia kendalikan, ini jadi pertanyaan.

kalu saja pemimpin seperti walikota mau datang kekampung-kampung, bukan hanya mengurusi tipa hari di meja saja, di kantor bekas kantor ledeng itu saja, duduk manis menerima laporan yang ada.

baik turun sih lihat bagaimana rakyat ini sesungguhnya oada saat ini,  dilorong-loorng akan di lihat betapa banyak rakyat tengah menderita, kalau datang beras raskin akan segera ludes direbuti untuk dibeli, kalau memnag rakyat ini sudah banyak makmur saja tidak mungkin mau beli beras meurah yag hanya panytas dimakan oleh orang miskin itu.

tapi kenyataannya, mereka mencari hidup hanya untuk kehidupan sehari-hari, hari ini makan besok cari lagi, mereka yang seperti ini adalah tujuh puluh lima persn dalam kota Plembang ini.

mari semua rakyat yang ada di Palembang ini hendaknya baangkit bahwa mari kita bersama-sama untuk gotong roryong untuk saling mebentuk suatu kekuatan, jangan biarkan pada saat ini para preman hanya yang ada di samping para pejabat itu, mereka yang bercokol hanya orang-orang yang wataknya ahanya meikirkan dirinya sendiri, kalau iniyang di biarkan mau dibawa keman negeri nantinya.

kalau tidak bangkit sekrang mau apalagi bangasa ini nantinya, kalau tidak akan hancur negeri sevbelum pada waktunya nanti, marilah bangun negeri ini dengan segala kesadaran yang lenbih memikirkan untuk kepentingan rakyatnya bukan hanya kepentingan pribadinya.(kamil)

Perlu

 syaratku untuk ikuti enkau, dua kalima sahadat, sholatku, puasaku, zakatku, hajiku jika itu mampu. aku yang perlu, meski tak  satu taat pad...