Tuesday, 12 July 2016

Sumsel Itu Sesungguhnya adalah Miskin

oleh : M Kamil

Kalau orang datang  ke Palembang  dan hanya melihat di dalam kota saja
maka akan tampak bahwa Palembang  ini kaya, Gedung pencakar langit
banyak  berdiri dimana-mana.

Para pemimpin di daerah ini banyak yang perkaya diri mereka sendiri,
mereka beli tanah dimana-mana, jika ada kesempatan tanah yang
dapat di beli maka  itu  mereka beli.

Pejabat sumsel itu punya simpanan  perawan  dimana-mana ia suka,
tentu tanpa di ketahui istrinya , atau atau istrinya  pura-pura tidak tahu.

karena dia juga  punya  jejaka simpanan  yang ia suka,
karena suaminya  selalu sibuk dengan pekerjaan  dan mengumpulkan
harta dimana-mana.

Jadi yang kaya itu  sesungguhnya  pejabatnya  saja, bukan rakyat sumsel
sadar atau tidak rakyat Sumsel  telah dan sangat di bodohi oleh para
pemipinya.

Mau tahu, dimana-mana tanah yang luas dan lahan yang luas adalah
milik para pejabat, pernahakan ia tahu dalam kota Palembang ini,
masih banyak kamung kumuh, kampung keluarga m,iskin.

Kan lebih jelas lagi kalau langganan setiap bulan di kampung
kampung, akan sel;alu habis dengan beras raskin.

Para pejabat menyebutnya  itu adalah  kelompok  raskin,
yaitu  kelompok rasnya  orang-orang msikin.

Sesungguhnya Sumsel itu  adalah miskin
karena yang kaya itu hanya  paara pejabat dan orang-orang
yang  miliki perusahaan, dan mau  bernegoisasi  dengan orang
pemerintah.

Proyek di ciptakan hanya  untuk perkaya orang -orang kaya
saja, kita lihat kalau disana ada pembangunan  jalan, maka kalau anggaranya
adalah  seratus juta, maka  yang akan di bangun  sudah nasib baik itu
proyek  kalau di bangun  sebesar lima puluh persen.

Belum satu tahun proyek itu  jalan sudah hancur, sudah banyak lobangnya,
jadi jelas yang untung lebih dulu adalah  para pejabat,
rakyat  kita hanya cukup berkata, untung...jalan kita  sudah di bangun.
kalau tidak  bagaimana kita?

Pejabat hanya berebut bagaimana caranya  agar menjadi kaya,
anggota DPRD  hanya berpikir bagaiaman  caranya  kita jadi kaya,
punya  tanah yang banyak, mobil yang sejumlah  keluaraga,
punya istri simpanan.

Tak perduli rakyat mau apa,
mereka hanya berkata, kalau mereka yang menjabat
semuanya  sama saja, tak akan beda.

Sudahlah jangan  kita sok alim,
mau bela hak rakyat,
apa rakyat  juga  tahu  kebutuhan  kita.
tentunya  tidak.

Selagi punya jabatan, hantam saja
lagi punya  kesempatan  sikat  saja.

Kriminal terjadi dimana-mana,
hukum hanya sebagai si,mbul untuk mencari uang,
petuygas  pilih-pilih kasus, pengacara  menjadi calo hukum
untuk memperkaya diri.
Inilah  sesungguhnya  Sumsel itu  miskin.

Ulama  hanya mau bicara yang baik-baik saja,
tak mau ia nasehati atau bicara  lantang
pada pejabat  yang  jelas-jelas ia kuruptor,
orang kaya  berani ia marah-marah pada ulama,
karena ia banyar mahal itu  ulama.

kalau rakyat tidak bangkit
dan lawan merekja yang koruptor,
maka selamanya  harta ini  akan di  buat mainan oleh pejabat.

rakyat  sebagai  pencari uang  untuk pejabat,
sadar atau tidak rakyat  di perbudak oleh pejabat.

No comments:

Post a Comment

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...