Monday, 28 November 2011

Bagaimana Cara Menulis Sejarah ?

Saat ini orang sudah banyak yang suka sejarah dan menulis sejarah, baik kisah kehidupannya,keluarganya maupun suku bangsa yang berada di Nusantara. Banyak yang terjebak dalam menganalisa sejarah, mereka tidak tahu atau mungkin tidak mengerti pengertian/defenisi dari sejarah, dalam hal ini kerangka keilmuan sejarah (historiografy) mereka terjebak dalam pemikiran mitos dan legenda (tidak bisa membedakan yang mana mitos, legenda dan sejarah, sedangkan sejarah adalah peristiwa fakta dan benar-benar terjadi) di sumatera selatan sendiri banyak kisah sejarah yang patut kita ungkap dan kita perlu untuk menulisnya, diantaranya sebagai dokumentasi jati diri sebagai anak bangsa. Pengertian sejarah adalah "sebuah catatan atau tulisan berupa naskah, foto,sket yang kepenulisannya didasarkan "sumber sejarah", sumber sejarah ada dua yaitu (1) sumber lisan/oral history atau (2) sumber tertulis/ authentik atau validitas data. Sumber lisan adalah dilakukan pelaku langsung atau orang yang mengetahui peristiwa bersejarah. Biasanya sumber lisan itu kejadian sejara belum berlangsung begitu jauh, tetapi untuk peristiwa yang telah terjadi cukup lama maka para ahli sejarah mempergunakan sumber tertulis, sumber tertulis juga dibagi dua yaitu sumber primer yaitu data yang sangat mendekati peristiwa yang terjadi termasuk data masa (waktu) dan sumber sekunder atau data pembanding.
     Untuk mencari sumber primer maupun sumber sekunder para ahli sejarah mempergunakan jasa para arkeologi yang memahami struktur masa dan benda yang mereka lihat dan kaji, biasanya para arkelog juga ahli kimia (labotarium sejarah). Ilmu sejarah atau Historiografy adalah cabang ilmu pengetahuan sosial (ips) bukan ilmu pasti (ipa) yang sebuah teori akan berkembang dengan penemuan baru. Tetapi jika datanya telah validitas 100 % inilah sejarah yang setepatnya. Begitupun cara pandang sejarah yaitu ada cara pandangan Objektif dan pandangan Subjektif. Pandangan objektif adalah pandangan bersifat ilmiah dan mempergunakan metodelogi ilmiah sesuai keilmuannya. Sedangkan pandangan subjektif  adalah berdasarkan cara pandangnya sendiri seperti opini dan tidak berdasarkan fakta ilmiah. Para pakar sejarah Indonesia sepanjang masa yaitu Profesor Husin Jayadiningrat, Profesor Purbacaraka, Profesor Haji Muhammad Yamin,SH, Sartono Kartodirjo, Kuntowijoyo, Anhar Gonggong dan Taufik Abdullah (dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI). * (Kiriman M.Jufri Jon, 29 November 2011).

4 comments:

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...