Tuesday, 16 February 2016

Teror Jubah Hitam

Teror Jubah Hitam
Hai friend, perkenalkan namaku suci indah sari biasa
 dipanggil indah tapi terserah kalian mau
manggil apa karna itu gak penting. Di kiriman aku yang ke-5 ini
 seperti biasa aku akan menampilkan
kisah imajinasi aku karna aku suka sekali melamun. Ok tanpa
 banyak bicara lagi kita mulai ceritanya.
Pagi yang cerah, aku sudah sampai di sekolah. Tapi tumben
 satpam sekolah belum membukakan
pintu padahal sekarang sudah jam 6.15 pagi. Aku segera
 membuka kunci karna kebetulan tidak
digembok.
Setelah berkeliling sekolah suasana sangat sepi sekali, lalu
kurasakan ada yang memegang pundak
ku. Saat aku menoleh ternyata itu pak satpam. "ih bapak!
 Ngagetin aja" kataku sebal. "maaf dek, ng..
Ngapapin disini? Bukan nya hari ini libur?" tanya pak satpam.
"oh libur! Pantesan suasananya sepi
gini, maaf ya pak kemarin saya gak masuk jadi gak tau" ucapku.
"gak apa-apa dek, mendingan adek pulang saja bahaya!" suruh pak
 satpam. Aku mengangguk lalu
berjalan pergi. Aku masih bingung apa maksud pak satpam?
Kenapa dia bilang bahaya? Ah,
sudahlah. Saat aku lagi nungguin mobil jemputan, ada sms
 dengan no gak dikenal berisi "cepat
kembali ke sekolah bila ingin melihat hal yang menarik".
Karena penasaran aku langsung berlari masuk ke sekolah,
aku terkaget saaat kulihat pak satpam
jatuh tersungkur dan disampingnya terdapat jubah hitam
sedang mengangkat kapaknya tinggi-tinggi.
Aku tak bisa dengan jelas melihat wajahnya karena dia
membelakangiku. Aku segera berlari,
kutengok ke belakan jubah hitam itu mengejarku.
Dia tidak bermuka. Aku masuk ke ruang guru dan
langsung mengunci pintu.
Kulihat jubah hitam itu melayang hampir sampai kesini.
 Aku mengumpat di kolong meja, tiba-tiba
ada yang menepuk pundak ku. Seketika badanku kaku, aku
tak mampu menengok ke belakang. "hei,
tenanglah" bisik seseorang dibelakang ku itu dan ternyata bagas
 pacarku. "gas! Kok ada disini?"
tanyaku sambil berbisik juga. "aku juga gak tau hari ini libur"
jelasnya. Tiba-tiba terdengar ada yang
membongkar pintu guru dan jubah hitam itu masuk.
Keringat dingin keluar dari dahiku. "tahan nafas, dia gak punya
wajah tapi dia bisa mencium bau"
jelasnya. Aku mengangguk lalu tahan nafas. Dengan perlahan
lahan kami berjalan melewati jubah
hitam itu tapi saat di pintu tak sengaja aku bersin. Jubah hitam
itu menengok dan mengangkat kapak,
tapi untung saja tak kena. Kami langsung berlari keluar. "mama!
Tolong ma!" teriak ku. Bagas
membekap mulutku lalu menarik ku masuk ke kelas kami.
Dikelas sangat gelap walau matahari di pagi ini cerah tapi
karena ada gorden yang menutupi jadi
gelap. Ditengah sunyi itu aku berbisik "gas, kok gelap banget sih".
 Tapi tak ada sahutan dari bagas.
"gas..! Bagas! Kamu dimana" kataku setengah berbisik. Tiba-tiba
 lampu menyala dan kulihat
diseluruh ruangan hanya ada jubah hitam dimana-mana.
Aku berteriak dan menutup mata, aku
berusaha membaca doa apa saja yang aku bisa.
Karena sudah terlalu lama hening aku membuka mata. "Happy
 Birthday Indah, Happy Birthday
Indah, Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday..
" teriak semua murid temanku dengan
memegang topeng dan jubah. Disebelahku ada bagas memegang kue.
Aku menangis terharu. "ih
kalian bisa aja sih bikin kejutan nya! Menegangkan banget tau buat aku"
 teriak ku sebal. Mereka
semua tertawa. "eh, tapi kok tadi kalian ngancurin pintu ruang guru sih?
 Terus nyerangnya beneran
lagi" tanya bagas. "kita gak ngancurin pintu koq, cumam
ngejar-ngejar doang" kata salah satu
temanku.
Deg! Seketika kelas jadi hening. "te.. Terus.. Apakah pak satpam ma.
. Mati beneran?" tanyaku
sambil menunjuk pak satpam yang terkujur kaku dengan darah
mengalir di leher, perut, dan
kepalanya. Kelas menjadi dingin dan mencengkam.
Lalu kulihat dipojok kelas paling belakang ada 1 jubah hitam
dikelilingi oleh asap hitam pekat belum
melepas jubahnya. Dia juga mengangkat kapak nya, apa jangan-jangan.
. Dia?! Aku menatap takut ke
arahnya. Semua mata langsung menuju ke sudut kelas...
Dan jleb! Terciumlah bau anyir darah
dikelas ini.Cerita dikirim oleh : Suci Indah Sari


No comments:

Post a Comment

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...