Friday, 26 August 2011

Makna Diri Dengan Orang Yang Lebih Rendah

Ditulis oleh : M Kamil

Sebuah hadist yang mengatakan, pandanglah orang yang lebih rendang, jangan memandang  kepada orang yang lebih tiunggi daripadamu, karena yang demikian itu akan lebih baikagar kamu jangan memperkecil nikmat pada Allah, yang telah di anuhgrahkannya padamu.

terbukti hal ini dengan ramainya dunia ini karena hanyalah ingin berlomaba-lomba untuk mengejar pada jabatan yang di dunia ini.
sehingga dalam kehiduan dimuka bumi penuh dengan kekuatan hawa dan nafsu yang ada dimuka bumi, penuh ambisus, sehingga melahirkan suatu perbuatan yang saling iri, saling dengki.

sangat tidak mudah untuk menanamkan suatu kesadaran pada sesama manusia itu , jika memiliki suatu kesadaran pada diri manusia maka akan lahirnya suatu kasih dan sayang pada sesama manusia,

banyak manusia merasa dimuka bumi ini, untuk mengajar sesuatu itu dengan cara membabi buta, karena ia slalu melihat yang lebih darinya.

bila kita sadar dan menimati aopa-apa yang telah di miliki, maka kita bersyukur apa-apa yang telah kita miliki, hendaknya kita selalu melakukan intropeksi diri.

jika kikta akan selalu memperlihatkan diri diri pada kita sendiri, lalau kita ingat dan sadar, bahwa banyak mansuia kini yang tengah terbaring lemah, banyak yang tak dapat berdauya upaya di mana-mana, maka akan lahir suatu kekuatan yang leuar biasa, suatu kekuatan saling kasih dan sayang pada sesama manusia di muka bumi ini.

jika kita sadar bahwa kita masih bamampu untuk berjalan dengan angkuhnya, maka banyak orang yang kini tak mampu lagi untuk berjalan, yang hanya terbaring lemah dan kaku.

bila adanya kesadaran maka akan lahirnya suatu persaudaraan yang ada di natara kitta sesama manusia ini, maka akan tumguhnya suatu hubungan yang kokoh, persaudaraan yang kan klahir dengan kuata pada tiap anak adam dimuka bumi ini.

jangan pernah kita paksakan suatu keinignan yang kadang kala itu bukan hak kita, atau itu bukan pada tempatnya pada kita, karena semua itu datang otak kita dan itu akan lahir dari akal kita, ataukan itu dari hikma perbuatan yang kita lakukan selama ini.

nikmati sesuatu apa yang kita milki dengan apa adanya, akan klahirnya suatu hikma yangluar biasa, itu sudahjelasdan itu nyata, bahawa dengan menikamti apa yang ada penuh kesadaran , itu akan memberikan kekuatan keyakinan pada Allah.

karena menerima yang apa kita miliki dengan penuh kesadaran itu, akan lahirnya suatu untuk selalu sayang dan kasih pada orang lain.sehingga tidak akan banyak perbuatan yang akan sellu melanggar etika dan moral ada di antara kita semuanya.

jika kita telah menerapakan dengan perbuatan yang peuh dengan norma, penuh dengan kesadaran atas kehendak Allah, maka hidup di muka bumi akan terasa begitu penuh dengan arti.(kamil)

No comments:

Post a Comment

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...