Monday, 22 August 2011

Sebutir Sahang Dapat Mengobati Kesurupan

Malam itu sepuluh tahun yang lalu, sekelompok tenaga kerja suka rela BUTSI yang diprogram depnaker.Mereka adalah TKS (Tenaga Kerja Sukarela) yang dipekerjakan di desa-desa.
Bagi remaja, kencan yang indah dilakukan di tepi pantai menjadi suatu kenangan abadi. Malam angin menghembus sangat dingin, sehingga sangat menggoda sekali jika dua remaja duduk bermesraan ditepi pantai. hembusan angin semakin bertambah, berbuat mesum berpeluang besar.
Setelah malam semakin larut  barulah masing-masing remaja itu beranjak pulang. mereka hanya terdiam dan memandangi pemandangan alam yang begitu indah.
Pagi hari kawan-kawan TKS itu hanya mengikuti kegiatan yang biasa mereka lakukan, tapi seorang wanita itu hanya diam. disaat mereka duduk-duduk diam, seorang wanita termenung didalam kamar. ia cuma terseyum belaka.
"Kau tidak pergi keluar rumah ?" tanya hera padaWati yang yang duduk didalam kamarnya. tiba-tiba watimenjerit keras, semua orang yang ada disana tidak mengerti, apa yang ia lakukan, terdengar guntur mendadak bersuara keras diudara, makin membuat takut orang-orang yang ada dalam asrama itu, terlihat wati makin menjerit. orang-orang yang ada juga tidak berbuat apa-apa dengan kejadian itu.
Sehingga berdatangan lah orang-orang kampung untuk melihat apa yang sesungguhnya telah terjadi. masing-masing ada juga yang memengang tangan kanan juga tangan kiri, kaki kiri juga kaki kanan. sehingga delapan orang yang memegangi kaki wati.
Kini suasana mendadak ramai dalam asrama kelompok TKS itu, di desa tanjung binga, kacamatan tanjung pandan, kabupaten belitung,. diantara orang-orang itu ada yang berinisiatif memenggil seorang paranormal. ia sering dipanggil Abdullah. setelah beberapa waktu datang lah pak abdullah.
disaat tiba, ia memandangi anak perempuan yang bernama wati itu.ia lalu mengangukkan kepalanya."tolong cairkan beberapa butir sahang, ini sangat baik untuk obat" ujarnya. seorang ibu langsung saja pergi mencari sahang itu. pergi menuju kesebuah rumah sehinggah dalam waktu singkat ia sudah tibah di rumah itu, tanpa buang-buang waktu langsung saja ia memberikan sahang itu kepada abdullah.
Dengan kekuatan yang ada, abdullah membaca sesuatu.baru meletakan sahang di kening wati, sahang itu berjalan sendiri dalam waktu yang singkat, wati sadar. ia hanya  memandangi orang-orang yang ada di sekitarnya.
Wati tak menyadari, bahwa ia kesurupan sangat menakutkan, karena telah menggigit senduk, tempat tidur patah, dan barabg apa saja yang diberikan akan patah.
itulah keajaiban sebuah kekuatan yang dimiliki para normal tanjung binga Belitung.
Desa yang terdapat dipinggiran pulau belitung, desa yang sebagian besar penduduknya adalah seorang nelayan.sebuah desa yang sangat terisolir sehingga budaya luar sulit masuk, tetapi untuk alat komunikasinya didesa ini sudah masuk.

No comments:

Post a Comment

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...