Saturday 22 October 2011

Cerita Bersambung BAGan satu

Cintaku Di Kampus Perjuangan
di Tulis oleh M Kamil

hari itu Sabtu awal mulanya kami menjadi seorang siswa di universitas Taman Siswa Palembang, kami mengadakan orientasi pendidikan, atau yang juga di sebut dengan lebih keren adalah Ordik.

kami mengikuti berbagai kegiatan yang menraik sekali, sehinga hari itu masing-masing mengikuti permainan yang di motori oleh kakak tingkat.

"Absenlah jangan lupa,"ungkap seorang gadis yang mennyapa dengan sendru yang duduk tidak jauh dari hadapan.
:Ya, terima kasih ,"dengan terbutu-buru Insan menoleh pada seorang gadis , terlihat tampak sangat menggetarkan hati dan pikiran Insan saat itu.

Sudahalah itu hanya sebuah panggilan yang di lonyarkan oleh seorang teman , yang kebetulan bersamaan dalam mengikti Ordik yang dilaksanakan di Universitas Taman Siswa ini.

permaian sepertinya sudah ,menjelang sore, masing-masing merasakan kelelahan, namun itulah yang namanya suatu keasikan dari Ordik, masing-masing kawan sibuk dan gembira, dengan keasikan mereka yang dilakukan pada hari itu.

masih untung karena cuaca hari itu begitu cerah, sehingga kelelahan yang ada pada diri  mereka itu tak terlihat lagi.

Dihari Minggunya, kami bersama-sama ikut jalan santai, asik beytul hari itu, karena rasa keletihan tak terasa sudah, namun itulah yang namanya sebuah pertemuan untuk seorang anakkuliah, ternyata memang asik sekali.

Di hari tiu kami sangat sibuk sekali , namun kawan-kawan menjelang sorenya , dikumpulkan di ruang yang satu, ternyata dalam ruang yang menyengat itu itu, dibagi dua, dari nomor pokok mahasiswa mulai dari nomor satu hingga enam puluh  itu diebut dengan kelas A, namun untuk kelas Bnya, itu dimulai dari nomor enam puluh hingga dengan nomor enam puluh keatas itu adalah kelas B,

Jadi ruang yang satu itu dibagi menjadi dua, satau kelas B dan satu lagi adalah kelas A, dari hasil pemilihan kelas, ternyata Ihsan terpilih ketua kelas B.

Itu hasil  mupakat lho, bukan kehendak pribadi,"ungkap Insan pada temanya, mereka jadi pada gembira sekali meliaht pemilihan itu, meskipun Insan menerimanya dengan santai saja.

'"san kau bantu aku, bagaimana itu buat resume?" tanya seorang peremuan yang berada di sam;pinga waktu itu, ia hanya menoleh.
"Ini lihatlah, perlahan saja tak perlu tergesa-gesa," ucap  Lisa.
"Siapa sih namanya?"
"Lisa!"
Hingga sore setelah dialkukan kuis pada siswa yang mau maju kedepan, untuk melakukan kuis, sehingga yang terbentuk dan ternilai pada waktu itu adalah kelas Hukum.

Dilapangan itu dengan tenda dan pemandu layar adalah merah, terdengar suara Dekan yang mengatakan bahwa ini kampus, adalah kampus perjuangan, kami berharapa dikampus ini siswa yang akan menorehkan ilmunya, yang kelak akan menjadi bermampaat bagi masa depan, dan berguna bagi orang lainya dimasa-masa nantginya.

terdengar sangat jelas suatu pesan yang disampaikan oleh dekan, jangan sampai ada demo-demo jika adanya suatu persolana yang ada di kampus ini, tetapi hendakanya lakukan musawarah dan mupakat saja, sehingga menberikan rasa kekeluargaan yang akan menerikan suatu keakraban dianatara kita semua.

Menejlang sore acara Ordik berakhir, namun masing-amsing sudah meninggalkan tempat, mereka menuju pada suatu keingina  merak masing-amsing sehingga itulah yang menjadi harapanm kelak, tentu saja adanya suatu keinginan yang ada pada diri mereka masing-masing.

Dihari ketiga Insan baru datang kekampus, "san kenaapa baru masuk ?"
"Aku baru tahu,sorry" ungkap Insan yang ia tertuju matanya pada seorang gadis, anggung sekali wanita itu, bisiknya dalam hati.

Itu hanya sebuah hayalan belaka, pikirnya dalam hati, mana mungkinlah akau akan dapat gadis secantik itu, itu hanyalah sebuah impian, sudahlah itu adalah , memamlukan.

"Sepertinya, kau lagi ada yang dipikirkan?" tanya Amit yang selalu dekat dengan Insan, karena memang dari sejak awal ia selalu dekat duduk disam,pingnya.

Seorang pemuda  mendekat,"San apakah sudah absen?"
"Oh ya, saya baru saja datang," ungkap Insan, sekalian ia mengambil absen itu, lalu ia segera mengambiolnya dan segera saja ia mengsis absen itu.

Sekilas saja Insan mengsisinya, ai lalu mengalihkan kertas absen, pada mahasiswa yang baru datang, seorang gadis mendekar,"Ini absenya."

Absen seperti biasa berjalan keleling.pada semua mahsiswa Hukum , walaupun belum waktunya masuk tapi absen sudah diedarkan, kadang-kadang kawan sisaw yang belum datang saja sudah di tuliskan oleh kawan-kawan.

Meskipun itu sebuah kilasan pandang yang tak senagaj, tapi pandangan yang sekilas itu adalah sebuah pertanda, walau wanita yang di pojok itu hanya memandang enteng saja.

Sepertinya begiytiu juaga dengan ihsan, ia ahanya diam terpaku, kilasan pandangan itu, itu sepertinya menyisahkan sesuatu yang yang tersangkut di tenggorokan.

Wanita itu mendekat, ia menyapa "San absenya."

Secepat itu juga Insan meemberikan absen apada gadsi itu, meskipun ia tanpa banyak bicara, walaupun sesungguhnya ingin sesuaru yang dapat disampikan pada saat itu, tapi pikirnay biarlah itu berlalu begitu saja.

hari ini dosen kiler yang masuk  dia adalah seorang yang sangat dikenal  dia adalah dosen pengantar ilmu hukum , sehinggga ruangjadi diam seribu bahasa, apalagi suasana di hebihkan dengan suara celetuk adari seorang sisawa yang menjadikan bantahan bagi dosen kiler itu.

Sepertinya kjeteganganya yang terjadi, meskipunitu adalah dari dosen killer masuik di kelas B kelas hukum, sepertinya kesunyian yang ada, tanpa ada suara dan bsisikan, sekali terdengar celotehan seorang dosen yang telah memberikan suasana yang makin tegang saja.

hasi itu sepertinya malam menjelang, usai mengikti pelajara itu kami merasa lega, hanya yang tersisa pertanyaan, adai anatara mahasiswa yang ada di waktu itu, ketika ada pelajaearan yang kedua, hingga malam sekali pulang hari tu,  pukul delapan malam baru dapat pulang, apaalgi hari tiu masih menunggu seorang sahabata dekatnya.

siang itu matahari sangat menyengat, seperti biasa bagi Insan, ia harus memlaukan investugasi untuk menyambuing hidupnnya sehari-hari.

Wawancara dengan seorang pejabat dinas waktu itu, ia hanya memnyamoaikan suatu pikiran tentang  bagaimana untuk dan harus sukses setiap harinya, tenu saja wawancara dengan nara sumber adalah sudah kerjaan rutin bagi Insan.(bersambung bagian kedua" Cintaku Di Kamus Perjuangan"(kamil)

No comments:

Post a Comment

Sorga atau neraka

 Sorga itu sudah ada di dunia Hanya sedikit yang mau Banyak manusia lebih memilih dunia Jika dalam gembira kau gelisah Jika dalam susah kau ...