Wednesday, 20 July 2011

KERAMAT TUAN KENTANG

PALEMBANG,-Bagi masarakat sekitar 15 Ulu, keramat Tuan kentang adalah tidak asing asing lagi, karena memang hal ini sudah menjadi pembicaraan bagi warga tentang kelebihannya.
Dizamanratusan tahun yang lalu , dikenal  seorang pendatang yang melanglang buan mencari ilmu, namun pada akhirnya ia bermukim di Seberang Ulu .
Ia  adalah seorang Kiyai atau ulama yang hidupnya untuk mengabdi pada masarakat, sehingga ilmu dan jasa-jasanya itu sangat di kenal, masarakat yang ada di sekitarnya.
Diakhir hayatnya ia mohon untuk dikebumikan disekitar wilayah yang saat ini berada di daerah 15 ulu Palembang.
Cerita ini diungkap kembali oleh seorang keturunan Kyai Muara Ogan yakni Kms H Matcik, kini  beliau telah berumur  80 tahun lebih, ia berdiam disebuah  rumah panggung yang panjangnya 50 meter.
waktu itu saudaranya yang bernama Patimah telah bermimpi, bahwa ia telah dijumpai  oleh seorang tua yang berparas seorang ulama, ia datang memberikan semacam wasiat.
Patimah waktu itu tengah diserang suatu penyakit, pesanya  itu mengatakan, bahwa ia telah menerima semacamm wasiat yang harus di terima.
Mendengar wasiat ,wahai saudara mohon kau terima wasiat ini,mohon kau untuk dapat menerimanya dan bermampaat, saat itu Patimah masih dalam keadaan tengah tidur.
Pada saat itu juga Patimah merasa telah menerima sebuah wasiat, yang merasa waktu itu merasakan telah menerimanya .
Ketika Patimah bangun dari tidurnya ia barukah sadar,"bahwa ada sebungkus uang logam emas yang kantongnya terbuat dari kulit binatang itu, benda itu sudah berada di sampingnya.
uang yang ia dapatkan itu ia modalkan untuk digunalan dalam kehidupannya sehari-hari.
Makam Bunyut tuan Kentang itulah yang sering disebut orang-orang, kuburnnya ada disamping rumah Kms matcik ini, disaat itu ketika Mistik datang mengunjunginya, kuburan ini penuh dengan rerumputan, lalu tentu saja Mistik segera membersihkan kuburan itu.
Makam bunyut Tuan Kentang yang panjangnya, hingga mencapai empat meter dan levar satu meter, sangat dikenal dengan berbagai kelebihan.
Jangan di kira apabila  bertepatan diatas kuburan hewan lalu, maka ia akan jatuh tepat diatas kuburan itu, itu salah satu kelebihan yang di ketahui.
Meskipun demikian makam yang sudah hampir tak diurus itu, tapi jangan coba-coba berbuat macam-mavam pada kuburan itu, sudah ada contoh masarakat yang anggap enteng dengan kuburan ini, yang pada saat itu ia tendang-tendang kuburan itu.
Dua hari setelah ia berada di rumahnya, sehingga ia menjadi bengkak-bengkak, hingga sekarang bekasnya masih ada yang tak dapat di sembuhkan.
Pada zaman dahulu kala makam ini banyak dikunjungi orang, kini sudah tak lagi di kunjungi orang-orang, demikian ungkap Matcik.
Di ruamah yang besar dan luas itu, rumah khas Palembang, Itu Miliknya Matcik ia termasuk penduduk pertama yang tinggal di kampung itu.
Tentu barang siapa yang akan mengunjungi keramat itu,biasanya para pengunjung itu minta izin pada Matkcik.
Siapa yng akan berkunjung diperbolehkan, apalgi mau berziarah ketempat ini.
Kuburan yang sudah  sangat  tua ini, memang nisanya sudah tidak sempurna lagi, tetapi jelas ia adalah orang pertama yang telah membuka kamung ini.
Buyut Tuan Kentang itu patut untuk di hargai, karena dialah yang pertama buka kampung ini, ia telah berjasa pada negeri ini.
ia adalah orang sebagai pemula yang berhasil membuka kampung in, sejak itu daerah makin bertambah penguhuninya.
Meskpipun demikian tempat ini adalah sangat dihargai para penduduk yang berada di tempat ini, masih saja oarang yang datang berziarah, sehingga mereka bersihkan kuburan ini.(kamil)

No comments:

Post a Comment

Masih Cinta di waktu itu kau masih usia 12 tahun namun kau sangat dewasa tampaknya kasih saya diantara kita terjalin mesra sekrang kau ...