Monday, 25 July 2011

WAJAH ISTRI SERUPA KAMBING

PALEMBANG,-Warga kelurahan 4 ulu Kecamatan Seberang Ulu I gempar, pasalnya seorang ibu begitu disbut namanya Tari (22).
Ia hilang begitu saja dan ketika di ketemukan , ia telah tertidur nyenyak , Anehnya raut wajah  Tari yang berubah-ubah, kadang berwajah  Tari kadang berwajah kambing.
Kejadianya berlangsung beberapa tahun yang lalu, saat itu pukul 16 :00, suaminya Ujang baru saja pulang dan pasar 16 ilir, sehari-hari ia berdagang di pasar itu, yaitu berdagang ikan di sana.
Sesampai disana, sampai di rumah , didapati  rumah dalam keadaan kosong, isinya tidak dijumpai, sehingga Ujang menjadi gusar sehingga ia bertanya "dimana istriku berada ?'pikirnya.
Ujang lantas  memutuskan untuk menunggu istrinya sebentar , siapa tahu Tari Pulang, hingga larut malam istri Ujang tak juga dapat, bertambah gusarlah hatinya Ujang.
Untuk itu Ujang berinsiatip untuk bertanya kepada beberapa tetangga yang ada di sekitar rumahnya "Bi ijah tahukah dimana istriku sekarang ?"sejak soere itu ia mencari istrinya sehingga ia tak juga pulang.
Sejak sore aku tidak melihatnay,"hanya tadi siang aku melihatnya, sejak itu tak ada lagi."
Setelah mendengar penjelasan itu Ujang segera pulang dengan pearasaan kecewa, sehingga ia pulang meuju kearah sungai.
Diperjalanan , Ujang beretmu dengan seorang laki-laki, sehingga ia bertanya,"apa yang kau cari nak?"
"Aku mencari seseorang, ia adalah istriku .!,tanpa ia meghentikan langkahnya, ia berlalu begitu saja.
Sampai di tepi sungai, Ujang mulai menebarkan  pandanganya ke segala arah di tepian sungai itu, tida terlihat apapun di sana.
Makin gusarlah hati Ujang, ia terasa teriris, ia merasa sangat kehilangan dengan istrinya yang tercinta, sambil ia terus berharap akan menemukan istrinya yang tercinta.
Hingga mejelang Magrib tak juga ia temukan istrinya itu, sehingga terdengar panggilan azan di telinga.
Seorang tetangga yang bernama Anto,  yang melihat Ujang yang masih berada di tepian sungai itu, ia membujuk Ujang untuk segera pulang, dengan penjelasan yang di sampaikan pada Ujang, pada akhirnya Ujang mau juga pulang.
Ketika ia sudah Sampai di kampung ia melihat  waga kamung sudah pada ramai , mereka akan melakukan shalat Magrib bersama, kemudian mereka baca Yasin bersama-sama.
Menejlang malam warga barualh pulang, mereka semuanya menyarankan agar Ujang sabar, sehingga sampai dengan larut malam Ujang tak juga dapat tidur, pikiranya, "aku akan lakukan apa saja asalkan dapat istriku itu kembali lagi ."
waktu terus berlalu sehingga tanpa ada suatu kepastian yang jelas, sehingga beraneka ragam pedapat orang yang datang padanya, tentang kehilangan istrinya itu, ada yang mengatakan bahwa istrinya itu telah di culik oleh mahluk halus.
Tidak juga ketingalan ada yang datang hanya menjelekan tentang Tari, tetapi itu makin menambah kesusahan hati Ujang saja, orang bilang Tari yang punya hobi ngerumpi, tetapi akan sangatmarah jika ia dijeleki oleh orang lain, kadang ia suka banggakan tentang dirinya.
Tak terasa seminggu sudah bahwa Tari itu sudah hilang,  sehingga kadang kala Ujang datang kerumah ibunya untuk sekedar menghilangkan raya duka yang ada dalam pikiranya.
Pagi sekali uasai ia sholat Subuh Ujang ditemui  oleh seorang laki-laki tua, ia sadar bahwa orang itu adalah orang pernah ia jumpai  pada waktu yang lalu.
"nak apakah istrimu sudah engkau jumpai?" seorang laki-laki itu bertanya.
"Belum , hingga dengan kini."jawab Ujang dengan penuh duka,"pak tololah aku, agar aku dapat jumapi istriku itu."
"baiklah aku akan berikan kau suatu amalan, sehingga kau dapat temukan kembali istrimu itu,"ujang orang tua itu sekalai lagi.
Mendengar itu ia betul-betul sangat bahagia, ia menerima amalan yang disampaikan oleh pak tua itu, sehingga amalan itu harus ia baca dengan khusu ketika ia selesai solat malam.
Malam ketika ia selesai menyampaiakan pesanya paad Ujang, pak tua itu lalu  pergi begitu saja, sehingga Ujang tak begitu memperdulikan apa dan siapa orang itu sesungguhnya.
Usai itu ia segeralah pulang, ia tak perdulikan dengan orang yang berada di rumahnya, Ujang seakan-akan tak juga perduli dengan keadaan itu, ia terus saja pulang dan menuju kamarnya, ia hanya berpikir bahwa istrinya harus segrar a saja pulang.
Sehingga sejak pulang itu ia segera mengamalakan apa yang telah ia terima dari orang tua yang jumpai  waktu itu.
Hingga larut Malam Ujang mengamalkan apa yang ia terima, sehingga ia tak juga henti-henti, ia terus saja amalkan apa yang telah ia terima, setelah ia beberapa kali mengamalkan itu, dengan segala konsentrasi yang penuh ia terus amalkan itu.
Sehingga karena ia sangat letih maka Ujang , tertiudr di saat itu juga, sehingga ia merasa kamung itu sangat asing baginya, sehingga ia menmuju pada sebuah rumah.
Pada saat ia akan masuk rumah itu, ia ditahan orang yang menjaga depan pagar rumah itu,"hei siapa kau ini, mau kemana ?!"ungkap orang itu."apa gerangan yang akan kau cari ditempat ini."
"Aku ingin mencari istriku yang hilang ketempat ini,"jawab ujang.
"mari silahakn kau masuk,"seorang laki-laki sudah menunggu kedatangannya, seakan -akan ia memang sudah di tunggu,"apakah benar kau ingin mencari istrimu?"
"Benar aku hendak memcari istriku," tetapi disaat itu ada seekor kambing yang telah ada disampingnya itu, kambing itu selalu ingin mendekat pada Ujang, yang tak hentinya berteriak keras pada Ujang.
"JIka kau ingin bertemu dengan istrimu maka bawalah kambing ini pulang,"perintah orang itu pada Ujang.
"Tidak aku bukan mencari kambing,tapi aku ingin mencari istriku yang telah hilang,"denga lantang Ujang menjawab pada orang itu.
"kalu begitu silahkan kau pulang, istrimu sudah berada di rumahmu, ia berada di ruang tidurnya pada saat ini, pada saat itu Ujang sadar dan segera saja ia melihat apakah benar istrinya itu berada di dalam kamarnya, arena pada saat itu ia tengah sholat di lain kamar.
Melihat Uajng yang buru-buru masuk kamar tidurnya itu, oarang yang ada di rumahnya jadi heran, kemana Ujang ini, ternyata ia masuk kamar tidurnya itu.
Beberap orang yang ada di rumahnya, yaitu adalah semua keluarganya itu, pada heran, betapa orang terkejut, juga Ujang terperanjat bukan kepalang bahwa isrinya itu, benar berada dalam kamarnya dalam keadaan tidak tejadi apa-apa.
Ujang hanya tinggal berdoa bahawa ia kini tahu , semuanya ini adalah cobaan semata, sehingga ia ingin dan mulai hidupnya kini hanya banyak disi denga sesuatu keyakinan pada Allah, sehingga ia percaya bahwa Hanya Allah  yang akan dapat menolong dari kini hingga yang akan datang.(kamil)

No comments:

Post a Comment

da ah

Pagi  aku telah membasuh mukaku, aku mohon maaf tuhan, abhaw hari ini aku buat segelas kopi aku nikmati sepotong roti. tiba-tiba ada t...